Semangat pantang menyerah antarkan Sri raih medali emas

id Sri Sugiyanti ,para balap sepeda,asian para games 2022,Muhammad Fadli Immanudin

Semangat pantang menyerah antarkan Sri raih medali emas

Atlet Para balap sepeda Indonesia Sri Sugiyanti dan pilotnya, Ni’mal Magfiroh, berpacu di salah satu nomor pertandingan pada Asian Para Games 2022 Hangzhou yang digelar di Chun’an Jieshou Sports Centre, China. (ANTARA/HO/NPC Indonesia)

Hangzhou (ANTARA) - Atlet para balap sepeda Indonesia Sri Sugiyanti mengatakan semangat dari dalam dirinya serta dari pilotnya, Ni’mal Magfiroh, merupakan kunci kemenangannya pada nomor CSC Cycling Road Course Time Trial (TT) B putri di Asian Para Games 2022 Hangzhou.

Sri mengungkapkan, dirinya sempat mengalami kram dan rasa sakit di perutnya saat pertandingan, karena ia mengayuh sepeda sekuat tenaga.

"Saya tadi ingat pesan Ni’mal untuk terus paksa jangan sampai kendorkan kayuhan. Biarpun sudah sakit banget tetap saya paksa supaya hasilnya bisa maksimal," ungkap Sri, dikutip dari keterangan resmi Komite Paralimpiade (NPC) Indonesia, Kamis.

"Alhamdulilah, banyak bersyukur kepada Allah, kekuatannya juga dari Allah, suport tim, bisa maksimal dengan mbak Sri," ujar Ni’mal menambahkan.

Adapun Sri menjadi yang tercepat pada nomor tersebut dengan catatan waktu 27 menit 57,95 detik.

Ia mengungguli pembalap sepeda tuan rumah, Wang Lin Hua yang berada di posisi kedua dengan waktu 28 menit 52,31 detik. Sementara medali perunggu didapatkan oleh pesepeda asal Malaysia Nur Azlia Syafinaz Mohd Zais dengan torehan waktu 29 menit 19,38 detik.



Medali emas Sri merupakan hadiah manis yang diberikan atlet unggulan tim para balap sepeda itu untuk kontingen Merah Putih. Awalnya, Sri sudah memenuhi target satu medali perak di nomor Pursuit Perseorangan 3000 meter pada Senin (23/10).

Tak hanya Sri, hari ini pembalap sepeda Indonesia lainnya yaitu Muhammad Fadli Immanudin meraih medali emas di nomor Time Trial (TT) C4-5 putra dengan jarak 18,5 km.

Fadli mampu memperbaiki performanya dan terus menjaga kecepatan dari awal perlombaan hingga menyentuh garis finis di waktu 25 menit 55,04.

Fadli finis sekitar 1 menit lebih cepat dari lawannya, Wang Xian (China) di posisi kedua dengan waktu 26 menit 03,48 detik. Sementara di posisi ketiga dihuni wakil Uzbekistan, Boymurod Yavkochev, dengan waktu 26 menit 10,86 detik.

"Fadli memang spesialisasi di nomor ITT. Tadi dia terlihat percaya diri dan performanya bagus dari awal hingga bertahan sampai satu putaran," kata pelatih tim para balap sepeda Indonesia Fadillah Umar.

Tim para-balap sepeda masih memiliki peluang menempati podium untuk tim yang akan berlomba di nomor Men’s C4-5 Road Race yang akan diperkuat oleh Sufyan Saori dan M. Fadli pada Jumat (27/10).

Sejauh ini, tim para-balap sepeda telah melampaui targetnya dengan mengumpulkan total dua medali emas, tiga medali perak dan tiga medali perunggu.