Palu (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memperkuat dokumentasi publikasi kebahasaan Indonesia di panggung internasional melalui Library of Congress atau perpustakaan nasional Amerika Serikat di Washington DC.
"Kami merasa bangga karena dokumentasi kami dapat menjadi bagian dari koleksi lembaga sekelas Library of Congress," kata Sekretaris Dispusarda Sulteng Keong Makalalag dalam keterangannya di Palu, Jumat.
Ia mengatakan hal ini sejalan dengan misi Dispusarda untuk menjaga martabat bahasa Indonesia sekaligus melestarikan bahasa daerah.
Dispusarda Sulteng telah menerima kunjungan kehormatan Spesialis Akuisisi dari Library of Congress, Nina Karnia Dewi. Library of Congress merupakan perpustakaan nasional Amerika Serikat dan salah satu pusat pengetahuan terbesar di dunia.
Meski demikian, kata dia, Dispusarda masih memiliki banyak hal pekerjaan rumah untuk dilakukan seperti meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi agar lebih banyak karya yang memenuhi standar internasional, mempercepat digitalisasi naskah-naskah langka untuk akses global, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam pendanaan dan promosi karya kebahasaan.
“Ini adalah awal dari babak baru. Kunjungan tersebut bukan hanya seremoni, tapi momentum strategi dalam memperluas jangkauan bahasa dan budaya Indonesia melalui diplomasi literasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lintas sektor untuk memenuhi dokumentasi bahasa serta mendorong pelestariannya secara lebih berkelanjutan.
Untuk itu, ia mengharapkan dengan publikasi kebahasaan Sulawesi Tengah menjadi bagian dokumentasi di Library of Congress, semakin banyak pihak yang terinspirasi untuk ikut berkontribusi dalam upaya pelestarian bahasa daerah sebagai identitas bangsa di tengah arus globalisasi.
Sementara itu, Nina Karnia Dewi melakukan pengumpulan berbagai publikasi yang diterbitkan Dispusarda Sulteng sepanjang periode 2020–2025 untuk dikirimkan dan diarsipkan di Library of Congress, Washington DC.
Koleksi tersebut mencakup hasil penelitian kebahasaan, kamus bahasa daerah, karya sastra lokal, serta dokumentasi kebijakan kebahasaan.
Ia mengatakan publikasi tersebut akan menjadi referensi penting bagi peneliti linguistik internasional, pemerhati bahasa dan sastra Indonesia, serta pembuat kebijakan global di bidang pelestarian bahasa.
"Ini bukan sekedar pengumpulan dokumen, melainkan bentuk nyata kontribusi Dispusarda dalam membawa kekayaan linguistik Indonesia ke panggung dunia,” ujarnya.
Menurut dia, keikusertaan Dispusarda Sulteng dalam koleksi prestisius Library of Congress membawa dampak strategis yang signifikan, yakni meningkatkan visibilitas akademik penelitian kebahasaan Indonesia di tingkat internasional.
Kemudian mendorong pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya tak benda yang diakui UNESCO, serta memperkuat kerja sama antarnegara dalam pertukaran pengetahuan dan pelestarian linguistik.
