Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah memastikan mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi hijau, tata ruang berkelanjutan dan pengelolaan risiko bencana di daerah itu dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sigi tahun 2025-2029.
Bupati Sigi Moh Rizal Intejnae melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kemasyarakatan dan SDM Pemkab Sigi Noviani Trisce Porou mengatakan pihaknya akan menerapkan sejumlah strategi dan program prioritas untuk mewujudkan ekonomi hijau dan tata ruang berkelanjutan seperti penguatan perencanaan berbasis daya dukung dan daya tampung lingkungan dengan integrasi kajian lingkungan hidup strategis dalam seluruh tahapan perencanaan pembangunan.
"Tentunya penting pembangunan infrastruktur hijau dan berketahanan iklim, termasuk jalan desa berwawasan lingkungan, penguatan tanggul dan pengendali banjir berbasis vegetasi dan irigasi hemat air," kata Noviani saat paripurna DPRD Sigi dalam Jawaban Bupati Sigi atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap pengajuan Raperda RPJMD Sigi tahun 2025-2029, Selasa.
Ia mengemukakan langkah strategis lainnya adalah mitigasi risiko bencana melalui penguatan sistem peringatan dini, rehabilitasi daerah aliran sungai, pemetaan rawan longsor dan banjir, serta penyesuaian pembangunan dengan karakteristik geologis wilayah.
Menurut dia, Kabupaten Sigi merupakan daerah secara geografis memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana banjir, longsor dan kekeringan sehingga seluruh pembangunan fisik perlu mempertimbangkan hasil kajian teknis dan potensi risiko lingkungannya.
"Pemerintah daerah juga segera melakukan revitalisasi kawasan pertanian dan pariwisata yang berbasis ekologis yakni konservasi agroforestri, pertanian organik dan pengembangan desa wisata alam berkelanjutan," ucapnya.
Ia menuturkan pemenuhan infrastruktur dasar seperti akses jalan, air bersih, listrik dan rumah layak huni harus menjadi prioritas yang menyentuh wilayah-wilayah terpencil dan desa-desa tertinggal di Kabupaten Sigi.
"Tentunya pembangunan infrastruktur dasar itu tidak hanya sebagai target pembangunan fisik tetapi sebagai wujud nya keadilan sosial dan pemerataan pembangunan, sehingga dalam RPJMD 2025-2029 peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah," sebutnya.
Noviani menyebutkan untuk pembangunan akses jalan di wilayah Tobaku Kecamatan Kulawi diupayakan masuk dalam penyusunan rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum melalui program penyelenggaraan jalan dengan harapan meningkatnya akses bagi masyarakat yang aman dan nyaman secara merata di Kabupaten Sigi.
"Kami memandang bahwa penguatan konektivitas dan infrastruktur dasar khususnya jalan penghubung antarwilayah produksi merupakan syarat mutlak untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, distribusi hasil pertanian dan peningkatan kualitas hidup masyarakat," katanya.
