Pemkab Donggala berikan bantuan 471,94 ton beras untuk 23.597 KK

id Kabupaten Donggala ,Sulawesi Tengah ,Pemkab Donggala,Bulog Sulteng,Bantuan Pangan beras,Bupati Donggala

Pemkab Donggala berikan bantuan 471,94 ton beras untuk 23.597 KK

Bupati Donggala Vera Elena Laruni saat melepas bantuan pangan berupa beras ke masing-masing kecamatan untuk disalurkan kepada masyarakat di Donggala periode Juni dan Juli 2025 di Desa Bale, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulteng, Selasa (22/7/2025). ANTARA/HO-Pemkab Donggala

Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah memberikan bantuan pangan kepada masyarakat di daerah itu berupa sebanyak 471,94 ton beras.

Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan bantuan beras itu merupakan kerja sama antara pemerintah daerah dengan Perum Bulog Kantor Wilayah Sulteng guna membantu masyarakat di 16 kecamatan dan 167 desa di Donggala.

"Total penerima bantuan pangan beras itu sebanyak 23.597 kepala keluarga (KK) di Donggala," katanya kepada awak media di Banawa, Selasa.

Ia mengemukakan bantuan itu untuk periode Juni dan Juli 2025.

"Jadi nantinya masyarakat penerima bantuan itu berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial," ucapnya.

Ia meminta para camat di Donggala bergerak cepat membagikan beras-beras tersebut kepada masyarakat di masing-masing kelurahan di wilayahnya.

"Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) itu menerima sebanyak 20 kilogram untuk jatah dua bulan," sebutnya.

Vera berharap bantuan pangan ini berjalan optimal dan tepat sasaran.

"Beras ini disalurkan kepada warga penerima bantuan pangan di kantor kelurahan atau desa masing-masing," katanya.

Menurut dia, penyaluran bantuan pangan itu berkolaborasi dengan Bulog untuk pemberian bantuan pangan beras tahun 2025 ke seluruh kecamatan, desa, dan kelurahan se-Kabupaten Donggala.

"Tentunya peluncuran bantuan pangan ini bertepatan dengan kondisi harga bahan pangan yang terus mengalami kenaikan di atas harga eceran tertinggi (HET)," ujarnya.

Ia mengimbau kepada seluruh kepala desa, lurah, dan camat agar benar-benar memastikan bantuan ini tepat sasaran.

"Jika ada penerima yang secara ekonomi sudah tergolong mampu, maka sebaiknya diganti dan dialihkan kepada warga yang lebih membutuhkan," tuturnya.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.