Andreescu mundur karena cedera, Andreeva melaju di Canadian Open

id Bianca Andreescu,Eugenie Bouchard,Canadian Open 2025,WTA 1000 Montreal Open,WTA Tour,Tur WTA,Mira Andreeva,Belinda Benci

Andreescu mundur karena cedera, Andreeva melaju di Canadian Open

Petenis Kanada Kanada Bianca Andreescu beraksi pada babak pertama WTA 1000 Omnium Banque Nationale presente par Rogers 2025 melawan petenis petenis Ceko Barbora Krejcikova di Montreal, Kanada, Minggu (27/7/2025). (WTA Tour)

Jakarta (ANTARA) - Perjalanan petenis harapan Kanada Bianca Andreescu dalam Canadian Open 2025 di Montreal tiba-tiba berakhir ketika ia mengundurkan diri dari pertandingan babak kedua, yang sedianya berlangsung Selasa (29/7) waktu setempat atau Rabu WIB, setelah menderita cedera pergelangan kaki kiri.

Andreescu, yang memukau penggemar tuan rumah dengan memenangi gelar ajang tersebut ketika digelar di Toronto pada 2019, mengalami cedera menjelang akhir pertandingan babak pertamanya melawan sesama juara Grand Slam, Barbora Krejcikova.

Mantan petenis peringkat empat dunia, Andreescu, berhasil meraih kemenangan atas Krejcikova di ajang WTA 1000 di negaranya, tetapi ia tidak dapat turun ke lapangan untuk babak kedua melawan unggulan keempat, Mirra Andreeva, demikian WTA.

Andreeva, petenis berusia 18 tahun yang saat ini berada di peringkat tertinggi dalam kariernya, peringkat 5 dunia, melaju ke babak ketiga melalui walkover. Andreeva masih belum melakoni debut turnamennya di Kanada -- ia juga mendapat bye pada babak pertama sebagai pemain unggulan.

Andreescu menjadi pelopor tenis Kanada. Kemenangannya di ajang tersebut merupakan salah satu dari tiga gelar besar yang ia raih pada 2019, yang berpuncak dengan menjadi petenis Kanada pertama yang meraih gelar tunggal Grand Slam di US Open.

Sementara itu, semua mata tertuju pada petenis favorit tuan rumah lainnya Eugenie Bouchard, yang akan memainkan turnamen terakhir dalam kariernya di Montreal.

Sorak sorai penonton belum siap mengucapkan selamat tinggal kepada mantan finalis Wimbledon tersebut, Bouchard bangkit dan mengalahkan Emiliana Arango, 6-4, 2-6, 6-2.

Di tengah sorakan penonton yang dapat memicu adrenalin, petenis berusia 31 tahun itu tetap fokus pada poin dan mengendalikan emosinya. Bouchard tidak asing dengan momen-momen seperti itu setelah mencapai dua semifinal Grand Slam selain final Wimbledon.

"Penonton sangat membantu dalam hal memotivasi dan memberi saya energi," ujar mantan petenis peringkat lima Bouchard setelah pertandingan, seperti disiarkan WTA.

"Tapi di saat yang sama itu bisa membuat saya kehilangan fokus. Saya tidak ingin terlalu bersemangat, karena masih ada sisa pertandingan yang harus dimainkan. Ada saat-saat di mana saya harus mengabaikan kebisingan dan berpura-pura itu adalah poin normal," ujar dia menambahkan.

Lawan Bouchard selanjutnya adalah unggulan ke-17 Belinda Bencic, yang telah mengalahkan petenis Kanada itu dalam tiga pertemuan mereka sebelumnya. Terakhir kali mereka bertemu di Ostrava pada 2022, kemenangan tiga set bagi petenis Swiss itu.

"Saya tahu ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit," kata Bouchard.

"Dia suka mengambil langkah awal, mengubah arah. Saya sudah beberapa kali bertarung melawannya, jadi saya menantikannya," ujar dia melengkapi.

Pewarta :
Editor : Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.