Palu (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Hannah Asa Indonesia bekerja sama dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak dini bagi pelajar di provinsi itu.
"Hannah Asa Indonesia menjadi mitra strategis OJK Sulteng karena merupakan satu-satunya lembaga di Sulawesi Tengah yang menjadi penyedia jasa layanan perencanaan keuangan profesional untuk individu," kata Kepala OJK Sulteng Bonny Hardi Putra di Palu, Senin.
Ia menjelaskan, OJK Sulteng bersama Hannah Asa Indonesia telah meluncurkan program “Finance Bootcamp Goes to School", yang merupakan program inisiatif edukasi literasi dan inklusi keuangan yang menyasar para pelajar SMA/SMK sederajat di Sulawesi Tengah.
Menurut dia, melalui kolaborasi ini menunjukkan komitmen kedua pihak untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, baik pelaku usaha maupun generasi muda agar lebih melek finansial.
"Melalui edukasi langsung dari praktisi profesional para siswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga cara berpikir kritis dan kesadaran akan risiko penipuan investasi yang kerap menargetkan generasi muda," ujarnya.
Sementara itu, Founder Hannah Asa Indonesia Mardiyah mengatakan, program tersebut diharapkan dapat membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam mengelola keuangan pribadi.
"Generasi muda diharapkan dapat membuat keputusan finansial yang bijaksana, serta meningkatkan akses mereka ke produk dan layanan keuangan yang sesuai," ujarnya.
Bootcamp Goes to School telah menjangkau lebih dari 300 siswa dari tiga sekolah di Kota Palu, yaitu SMK Negeri 2 Palu, SMK Negeri 3 Palu, dan SMA Al Azhar Mandiri Palu.
Pelajar diperkenalkan pada konsep manajemen keuangan, pentingnya menabung, investasi yang aman, hingga bahaya penipuan berkedok investasi bodong.
Menurut dia, program ini tidak hanya akan berhenti hanya di Kota Palu, dan akan diperluas ke berbagai sekolah di wilayah di Sulawesi Tengah seperti Kabupaten Sigi, Donggala, Poso, Banggai, hingga Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.
Ia mengatakan, program ini adalah bukti nyata pentingnya sinergi antara regulator dan praktisi swasta dalam meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.
"Dengan pendekatan yang lebih segar, kreatif, dan dapat dipertanggungjawabkan, literasi keuangan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menjadi bekal bagi masa depan mereka," katanya.
