Towuti, Sulsel (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bersama pemerintah daerah dan masyarakat mulai beralih dari langkah tanggap darurat menuju penanganan yang lebih terstruktur pasca insiden kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
"Dalam rapat diputuskan strategi pemulihan terbagi ke dalam tiga tahap yakni jangka pendek, menengah, dan panjang dengan peta klasifikasi kerusakan sebagai dasar prioritas," jelas Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, dalam rapat investigasi yang digelar di Kantor Bupati, Selasa (2/9).
Dia menegaskan .
Menurut Dia, PT Vale siap dan mau bertanggung jawab, berkomitmen menyelesaikan apa yang menjadi saran, masukan, dan kesepakatan dari rapat.
"Kita harus pastikan masyarakat terdampak mendapat solusi konkret sesuai kebutuhan mereka,” kata Bupati Irwan.
Salah satu karyawan PT Vale yang bertugas di lokasi sejak hari pertama menambahkan, sejumlah progres pemulihan mulai terlihat di enam desa terdampak, yaitu Lioka, Langkea Raya, Baruga, Wawondula, Matompi, dan Timampu.
Sungai yang sebelumnya tertutup lapisan minyak berangsur jernih, lahan pertanian mulai ditangani, dan kolam masyarakat masuk dalam daftar pemulihan.
“Kondisi air sudah mulai jernih, hanya tersisa lapisan tipis yang terus kami bersihkan sesuai prosedur,” kata Wendi.
Dia menjelaskan, saat ini sudah tidak ada lapisan minyak yang kelihatan di Danau Towuti.
"Kalau disentuh baru terasa tipis di telapak tangan,” tuturnya.
Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menyatakan pihaknya berkomitmen mengikuti arahan pemerintah daerah. “Pendekatan klasifikasi dan pemetaan yang diarahkan Bupati adalah langkah strategis agar pemulihan berjalan cepat, terukur, dan transparan. Komitmen kami adalah menghadirkan solusi yang tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak, tetapi juga memastikan pemulihan berkelanjutan,” ujarnya.
Dia mengemukakan, tahapan lanjutan pemulihan meliputi investigasi menyeluruh, pembersihan tanah yang terkontaminasi, pemasangan papan informasi di titik terdampak, serta penyampaian laporan harian yang diawasi langsung Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur.
Hari ke-12 pascainsiden menandai transisi pemulihan Towuti dari respon darurat menuju penanganan sistematis.
"Kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, dan PT Vale diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak, tetapi juga memberi kepastian jangka panjang bagi warga terdampak," tutup Endra.
