Sigi (ANTARA) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah menyebutkan pentingnya moderasi beragama untuk warga saling menghargai dan menghormati perbedaan dengan saksama, guna menghindari perpecahan kerukunan umat di daerah itu.
"Jadi moderasi beragama masyarakat ini diharapkan mampu menjaga kerukunan anta-rumat, menumbuhkan sikap saling menghargai serta membangun kehidupan yang damai dan harmonis," kata Ketua FKUB Sigi Sofyan Nur saat sosialisasi pencegahan aksi perundungan di SMA swasta di bawah Yayasan Pendidikan Sulawesi Tengah (YPST) Desa Porame di Sigi, Rabu.
Ia mengemukakan moderasi bukan berarti mengurangi nilai agama melainkan mengamalkannya secara bijak, adil, dan seimbang dalam kehidupan sosial.
"Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dengan mengedepankan keseimbangan antara pemahaman teks agama dengan konteks kehidupan berbangsa dan bernegara," ucapnya.
Ia mengatakan salah satu esensi dari moderasi beragama dengan menghadirkan nilai agama sebagai rahmat bagi semesta.
"Tentunya masyarakat harus menghindari sikap ekstrem, intoleran, maupun diskriminatif," ujarnya.
Sofyan mengingatkan para pelajar di Kabupaten Sigi khususnya, untuk membiasakan diri berbuat positif serta menjauhi tindakan perundungan kepada pelajar lainnya.
"Perundungan ini merupakan tindakan kekerasan, baik secara fisik maupun verbal yang dapat merusak kepercayaan diri serta mengganggu masa depan korban," katanya.
