Militer Suriah mulai bom posisi gerilyawan di sebelah timur Damaskus

id suriah,bom

Dokumen foto pasukan tank Rusia bertugas di Suriah dengan target utama memerangi kelompok teroris ISIS. (twitter.com)

Damaskus, Suriah,  (Antaranews Sulteng) - Militer Suriah mulai melancarkan pemboman terhadap posisi gerilyawan di Ghouta Timur di pinggir Ibu Kota negeri itu, Damaskus, demikian laporan stasiun televisi pro-pemerintah Al-Ekhbariah.

Suara keras ledakan terdengar di ibu kota Suriah saat posisi gerilyawan diserang di Ghouta Timur, yang telah kembali menjadi sorotan setelah terjadi bentrokan militer baru-baru ini. 
Kelompok oposisi Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia mengatakan pasukan Suriah menembakkan puluhan rudal ke Ghouta Timur, sebagai bagian dari persiapan untuk serangan besar terhadap daerah utama yang dikuasai gerilyawan. 
Pegiat pro-pemerintah juga mengatakan militer Damaskus melicinkan jalan bagi serangan tersebut dengan melancarkan pemboman sengit terhadap posisi gerilyawan di Daerah Bait Sawa, Mesraba, Nashabiyeh di Ghouta Timur. 

Serangan udara militer Suriah juga telah ditujukan ke terowongan dan parit yang dibuat oleh gerilyawan di sebelah tenggara Kota Douma di wilayah tersebut. 

Namun satu sumber yang sangat mengetahui di Damaskus Timur mengatakan kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin-- pertempuran darat untuk memperebutkan Ghouta Timur belum meletus. 

Pemboman terhadap Ghouta Timur dilancarkan kurang dari 24 jam sejak militer Suriah mengerahkan balabantuan besar untuk ikut dalam serangan guna menghapuskan ancaman gerilyawan di wilayah itu. 

Pada Ahad pagi, harian pro-pemerintah Al-Watan melaporkan perundingan maraton sedang berlangsung untuk mencapai penyelesaian dengan gerilyawan di Ghouta Timur di tengah peningkatan pengerahan militer Suriah di pinggir daerah tersebut sebagai persiapan kalau-kalau pembicaraan itu gagal. 

Penyelesaian suasana tegang di Ghouta Timur diperantarai oleh Rusia, kata sura kabar tersebut --yang menambahkan perundingan diserukan oleh gerilyawan yang menghadapi tekanan militer Pemerintah Suriah. 

Situasi di Ghouta Timur bergolak selama dua bulan belakangan, ketika gerilyawan melancarkan serangan besar terhadap satu pangkalan penting militer di Kota Harasta di wilayah itu. 

Aksi saling bom dan serang tersebut membuat PBB mengeluarkan beberapa seruan bagi dicapainya gencatan senjata selam satu bulan guna memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan buat warga sipil yang terpengaruh. 

Namun situasi tenang selama tiga hari sebelum bergolak lagi pada Ahad malam. 

Rakyat Suriah di ibu kota negeri itu telah lama menyerukan dihentikannya serangan mortir gerilyawan, yang telah melumpuhkan kehidupan banyak warga di permukiman di Damaskus Timur. 

Empat kelompok utama gerilyawan berada di Ghouta Timur --Tentara Islam, Failaq Ar-Rahman, Ahrar Ash-Sham dan Komite Pembebasan Levant, yang juga dikenal dengan nama Front An-Nusra, yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida.
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar