Kelor Parigi belum bisa penuhi pasar ekspor

id kelor

Daun Kelor (khasiatdaun.com)

Kita belum bisa melakukan espor besar-besaran karena budidaya kelor baru kita mulai sehingga belum bisa memenuhi permintaan sejumlah konsumen di Eropa. Petani baru menanam dan hasilnya belum banyak
Parigi,  (Antaranews Sulteng) - Pengembangan komoditi kelor oleh pelaku usaha kuliner berbahaan baku kelor di Kabupaten Parigi Moutong, Sulwesi Tengah, hingga saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar internasional karena budidaya kelor baru mulai dikembangkan di kabupaten itu.

Salah seorang pelaku usaha olahan kelor Parigi Moutong, Agus Suryono di Parigi, Jumat, mengatakan saat ini dirinya telah mengembangkan kelor menjadi makanan olahan seperti, kerupuk kelor, dodol kelor, pia kelor dan beberapa jenis makanan olahan lainnya.

Agus menuturkan setelah produk olahannya itu dipamerkan di beberapa negara di Eropa oleh Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, saat itu lah produknya mulai dilirik dan diminati sejumlah negara.

"Kita belum bisa melakukan espor besar-besaran karena budidaya kelor baru kita mulai sehingga belum bisa memenuhi permintaan sejumlah konsumen di Eropa. Petani baru menanam dan hasilnya belum banyak," kata Asisten Perekonomian Setda Kabupaten Parigi Moutong ini.

Baca juga: Parigi Moutong Ditetapkan Sebagai Daerah Unggulan Kelor

Agus merupakan satu-satunya pelaku usahan makanan olahan berbahan baku kelor di kabupaten itu, meski usahanya ini masih terbilang muda, namun produk olahannya sudah diminati sejumlah negara luar.

Ia mengaku sejauh ini dirinya baru mampu memenuhi ekspor olahanya itu ke Spanyol yakni teh kelor, sementara beberapa negara lainnya seperti Amerika, China dan Singgapore belu bisa dipenuhinya karena keterbatasan bahan baku.

Khsus ekspor ke Spanyol, katanya, produk olahannya ini dipesan langsung oleh asosiasi pengusaha restoran di negara itu.

"Segmen pasar di tiga negara ini belum bisa terpenuhi karena bahan baku kita masih sangat terbatas," ungkapnya.

Permintaan kelor pasar internasional sangat tinggi, dan untuk dapat memenuhi permintaan itu maka perlu pembudidaya tanaman kelor secara berkelanjutan dan lebih masif seingga stok bahan baku bisa memadai dan terjamin kontinuitasnya.

Saat ini budidaya kelor di tinggkat petani masih minim. Melihat peluang pasar yang menjanjikan, pemerintah setempat mendorong masyarakat agar membudidayakan kelor di lahan masonmg-masing karena kelor bisa tumbuh subur di lahan marginal.

"Jika kita bisa memenuhi permintaan ini bayangkan berapa besarnya pengembangan perekonomian masyarakat dan ini sangat potenial untu kkesejahteraan rakyat. Sebaliknya, kalau kita tidak bisa melakukan pengembangan bisa-bisa peluang ini direbut provinsi lain," tuturnya. 

Baca juga: Warga Rusia minati produk kelor dari Parigi Moutong
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar