Telaga Tambing dipadati pengunjung libur akhir pekan

id tambing

Objek Wisata Danau Tambing (Muhammad Hajiji)

Palu,  (Antaranews Sulteng) - Obyek ekowisata Telaga Tambing di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah dipadati pengunjung pada liburan akhir pekan.

Petugas jaga pos masuk Telaga Tambing Asdin pada Sabtu mengatakan sejak pagi hari pukul 09.00Wita obyek wisata itu sudah banyak pengunjung yang membeli karcis masuk.

Mereka yang datang membeli karcis masuk untuk menginap dua hari di Telaga Tambing.

Untuk karcis masuk per orang hanya Rp5.000 pengunjung umum.Tetapi khusus wisatawan mancanegara dikenakan biaya masuk Rp200 ribu/orang.

Biaya tersebut belum termasuk sewa tenda Rp15.000/hari.

Asdin mengatakan setiap liburan akhir pekan, Telaga Tambing pasti dipadati para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Khusus untuk wisatawan lokal yang kebanyakan adalah pelajar dan mahasiswa adalah para pecinta alam. Selain bekemah di lokasi wisata, ada diantara mereka yang mendaki gunung.

Sementara khusus wisatawan mancanegara, rata-rata mereka adalah para peneliti burung.

Mereka datang hanya untuk mengamati burung-burung yang ada di sekitar obyek wisata Telaga Tambing.

Para wisatawan mancanegara sangat menyukai obyek wisata Telaga Tambing karena mereka bisa mengamati berbagai jenis burung yang ada di kawasan itu.

Jumlah pengunjung pada hari libur Sabtu dan Minggu mencapai hingga 700an orang.

Bahkan, pernah sampai 1.000 orang dalam sehari saja."Itu terjadi sebelum gempa bumi 6.6 Skala Ricther yang mengguncang Lore Utara pada Mei 2017.

Pasca gempa sampai sekarang ini, jumlah kunjungan wisatawan menurun, namun dalam beberapa bulan ini mulai kembali meningkat.

Saat gempa bumi, kata Asdin air danau sempat naik ke dataran sekitar 20 meter dan menggenangi berbagai sarana dan fasilitas yang ada di lokasi itu.

Bahkan, katanya, rumah tempat pengamatan burung rusak dan sampai sekarang tidak bisa digunakan lagi.

Juga jalan di sekitar danau yang dibuka, kini sudah tertutup air danau.

Pihak Balai Besar Taman Nasional Lore LIndu (TNLL) sudah memperbaiki beberapa sarana fasiltas yang rusak seperti MCK, bangunan pos jaga, rumah genset listrik dan juga jalan masuk.

Juga telah membangun gedung khusus untuk ruangan informasi dan masjid.

Eky, salah seorang pengunjung mengatakan setiap hari libur datang bermalam di Telaga Tambing sambil menikmati alam dan suara burung pada pagi dan petang hari.

"Saya biasanya datang bersama dengan beberapa teman mahasiswa," kata dia.

Telaga Tambing bukan hanya sebagai obyek wisata, tetapi sekaligus sangat cocok untuk tempat pendidikan konservasi karena memiliki flora dan fauna yang endemik.

Ada banyak flora dan fauna endemik dan itu yang sangat menarik untuk dilihat atau dijadikan obyek penelitian. "Ya boleh di bilang untuk kepentingan pendidikan konservasi, Telaga Tambing paling cocok dan lengkap," kata mahasiswa semester enam salah satu perguruan tinggi di Kota Palu itu.

Telaga Tambing terletak di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso. Obyek wisaya ini terletak pada ketinggian 1.700 meter dari permukaan laut. 
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar