Gerakan Literasi dikampanyekan pada Kemah Budaya Nasional di Parigi

id parimo,Forum TBM,KBN

Foto bersama peserta KBN IX yang mengunjungi booth FTBM di arena pameran dalam rangka Kemah Budaya Nasional yang sedang berlangsung di Parigi, Jumat (21/9) (Antaranews Sulteng/Humas Pemda Sulteng)

Parigi (Antaranews Sulteng) - Dalam sepekan ini stand pameran/booth Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) yang berada di Dusun Kayu Bura, tempat pelaksanaan Kemah Budaya Nasional (KBN) IX tampak selalu ramai dikunjungi peserta KBN.

Pasalnya, gerakan literasi melalui rumah FTBM yang digagas Dvie R Uga dan kawan-kawan ini memberikan layanan baca gratis bagi setiap pengunjung yang datang ke booth mereka, mulai dari belajar menggambar dengan krayon, sahabat pena botol mimpi, kelas notesa, belajar melukis tas acrylik, permainan tradisional Kabupaten Parigi Moutong seperti gasing dan tilako semua tersaji  di booth itu.

"Ini bentuk partisipasi forum taman bacaan masyarakat dalam rangka memeriahkan kemah budaya nasional IX. Alhamdulillah dari hari pertama KBN dibuka, kunjungan di stan kami tidak pernah sepi, walaupun hanya sekedar membaca, menggambar ataupun membalas surat surat dari anak anak Parigi Moutong yang ada di dalam botol mimpi," kata koodinator FTBM Dvie R Uga di Parigi, Jum’at.

Dvie menjelaskan, surat botol mimpi adalah salah satu strategi yang dilakukan agar anak anak menghidupkan kembali hobi menulis melalu surat yang dituliskan kepada sahabat sahabatnya,

"Alhamdulillah kurang lebih 70 surat yang sudah dibalas dari berbagai peserta KBN diluar Sulawesi Tengah. Surat ini akan kami kirim kembali kepada anak anak di Parigi Moutong," ungkapnya

Kegiatan literasi lainnya yang tidak kalah serunya adalah kelas notesa. Kelas notesa ini kata Devie adalah kegiatan yang diprakarsai dari budaya tutur yang dimiliki Kabupaten Parigi Moutong.

“Kemarin kita mengangkat cerita tentang Lalove yang sudah difilmkan. Yang menjadi narasumber pada kegiatan itu adalah penulis naskah cerita, sutradara dan penanggungjawab produksi dari film Lalove. Setelah mereka ceritakan anak anak yang mengikuti kelas notesa menuliskan kembali cerita tersebut menurut versi mereka. Semua itu akan kami bukukan sebagai gerekan literasi di Kabupaten Parigi Moutong," ujarnya.

Devie menambahkan, kegiatan literasi akan terus dilakukan di Kabupaten Parigi Moutong, sebagai langkah melestarikan kebudayaan yang dimiliki daerah ini.

"Semalam (20/9) booth FTBM ini tidak hanya ramai dengan permainan catur, tetapi juga diramiakan dengan pembacaan puisi yang dibacakan oleh peserta KBN dan anak anak Parigi Moutong. Semua puisi yang telah dibacakan itu akan kami bukukan juga," tuturnya.

Lomba seni griya yang digelar di booth FTBM sejak Selasa (18/9), diikuti oleh seluruh peserta KBN. Hasilnya, juara 1 diraih kwarda Provinsi Banten, Juara 2 dari Provinsi Bali dan juara 3 diraiha Provinsi DKI Jakarta. “Lomba seni griya itu peserta diberikan bahan dasar kulit jagung yang dikreasikan menjadi sesuatu yang bermanfaat,”ungkapnya.

Dvie berharap kegiatan literasi di booth FTBM yang sudah dilakukan selama pelaksanaan KBN IX dapat menginspirasi setiap peserta, agar budaya literasi bisa terus lestari di seluruh tanah air. “Untuk itu, atas nama FTMB saya menyampaikan terima kasih kepada Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong yang telah memberikan kesempatan kepada kami berpartisipasi di kegiatan KBN IX,” ujarnya. (Humas Pemda Parimo)
 

Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar