Tabuhan gamelan mahasiswa Austria menggentarkan kampus University of Vienna

id gamelan

Arsip: Pentas Grup Gamelan London Kelompok Gamelan Siswo Sukro asal London, Inggris menunjukan kebolehanya dalam memainkan gamelan saat acara Festival Kesenian Yogyakarta 29 di Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (9/8/2017) malam. Penampilan tersebut menjadi rangkaian tur grup tersebut ke Indonesia hasil program kerja sama KBRI London dan Kemendikbud RI. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

London, (Antaranews Sulteng) - Mahasiswa University of Vienna mempertunjukkan kebolehannya dalam menabuh Gamelan Jawa di ajang Konser akhir semester di Kampus University of Vienna pada Kamis (24/1).

Para pengunjung dibuat terpikat oleh kepiawaian para mahasiswa jurusan Etnomusikologi University of Vienna tersebut dalam memainkan beberapa lagu, seperti Lancaran Kebogiro, Lancaran Manyar sewu, dan Gending Tembung.

Konser bertajuk Semesterfr?chte tersebut diselenggarakan Departemen Musikologi University of Vienna pada setiap akhir semester dan bertujuan untuk mempertunjukkan kemahiran para mahasiswa Departemen Musikologi sebagai hasil studi mereka selama satu semester, kata Minister Counsellor Fungsi Pensosbud KBRI Wina Austria, Dewi Kejora kepada Antara London, Jumat waktu setempat.

Mahasiswa dari berbagai bidang studi musik, termasuk Etnomusikologi dan Gamelan, diwajibkan menampilkan kemahiran mereka memainkan instrumen musik maupun olah vokal.

Selama empat bulan mereka mempelajari Gamelan pada semester musim dingin yang berlangsung dari Oktober tahun lalu hingga akhir Januari.

Kuasa Usaha KBRI Wina, Witjaksono Adji dalam sambutannya di acara Konser tersebut mengemukakan, "Melalui pembelajaran Gamelan, para mahasiswa Austria yang mengikuti studi Gamelan secara tidak langsung telah mempelajari nilai-nilai dan falsafah yang merupakan warisan budaya Indonesia, seperti gotong-royong dan kebersamaan, saling menghormati, serta toleransi."

Sementara itu, salah seorang mahasiswa peserta kelas Gamelan dari University of Vienna, Marie Himmler menyampaikan kesannya yang didapat selama mengikuti pelajaran Gamelan, bahwa musik Gamelan memberikan energi positif dalam dirinya, dan dia merasakan kedamaian dan ketenangan saat mendengarkan maupun memainkan musik Gamelan.

Program pengajaran Gamelan bagi mahasiswa Austria diselenggarakan atas inisiatif KBRI Wina dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI yang mengirim tenaga pengajar Gamelan ke Austria untuk mengajar selama periode perkuliahan semester musim dingin (winter semester) berlangsung dari Oktober tahun lalu hingga akhir januari.

KBRI Wina bekerjasama dengan dua universitas terkemuka di kota Wina, yaitu University of Vienna dan University of Music and Performing Art Vienna (Universit?t fur Musik und Darstellende Kunst / MDW) dalam membuka program pengajaran Gamelan bagi para mahasiswa kedua universitas terkemuka di Austria tersebut.

Kelas gamelan yang telah berlangsung selama empat bulan diminati mahasiswa kedua universitas. Hal ini tercermin dari jumlah mahasiswa yang telah mendaftar, yakni sebanyak 27 orang dari Jurusan Etnomusikologi University of Vienna dan 11 orang mahasiswa dari Jurusan Etnomusikologi Universitas MDW.

Kelas Gamelan di University of Vienna merupakan bagian dari mata kuliah di bawah subject Practical dan dapat dihitung sebagai Satuan Kredit Semester (SKS) bagi kelengkapan kelulusan mahasiswa di University of Vienna.

Dalam kurun empat bulan pengajaran, terlihat perkembangan positif dari para mahasiswa Uniwien yang tetap terlihat antusias mempelajari Gamelan. Pada kegiatan Konser Amal untuk penggalangan dana bagi korban bencana di Palu dan Dongala yang telah dilaksanakan oleh Komunitas/Organisasi Warga Indonesia di Austria pada tanggal 16 November lalu, para mahasiswa bahkan telah ikut ambil bagian dan menampilkan kemahiran menabuh Gamelan.

Melalui program pengajaran Gamelan tersebut juga diharapkan akan semakin meningkatkan interaksi antar institusi pendidikan maupun masyarakat kedua negara (peope-to-people contact) dan pada gilirannya diharapkan akan semakin mempererat hubungan dan kerjasama antara Indonesia dan Austria.

University of Vienna adalah salah satu universitas tertua dan terbesar di Eropa yang didirikan pada tahun 1365. Universitas ini telah mencetak 15 pemenang hadiah Nobel dari berbagai masa.

Sementara itu, University of Music and Performing Art Vienna (Universit?t f?r Musik und darstellende Kunst Wien / MDW) adalah salah satu universitas terbesar, tertua dan terkemuka di Eropa dan dunia, khususnya di bidang spesialisasi musik dan seni pertunjukan, teater dan film.

Sekitar 3000 mahasiswa dari berbagai negara terdaftar untuk menempuh studi pada salah satu dari 115 program bergelar maupun 41 program suplementer yang ditawarkan Universitas. 

Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar