Moazzam Malik nikmati sajian Indonesia pada Temu Masyarakat London

id London

Moazzam Malik nikmati sajian Indonesia pada Temu Masyarakat London

Acara temu masyarakat dihadiri sekitar 1.500 pengunjung terdiri dari masyarakat Indonesia, diaspora, pelajar yang tengah menuntut ilmu serta warga Inggris dimeriahkan parade tari anak-anak dengan busana berbagai daerah, tarian kelompok Bunga Nusantara Bristol serta penampilan grup Band Great Peters Boys. (ANTARA/Zeynita Gibbons)

London (ANTARA) - Duta Besar Inggris untuk Indonesia yang baru menyelesaikan tugasnya di Jakarta, Moazzam Malik menikmati suasana di Indonesia dalam acara temu masyarakat yang digelar dalam rangka peringatan ulang tahun ke-74 Kemerdekaan RI yang diadakan di Wisma Nusantara, Bishop Grove, London, Sabtu siang.



Malik dengan mengunakan busana batik warna biru hadir bersama sang istri menyatakan sangat senang dapat hadir pada acara Temu Masyarakat dan menikmati berbagai sajian kuliner khas Indonesia mengingatkannya pada saat bertugas di Indonesia selama hampir lima tahun.



Pensosbud KBRI London, Minister Counselor Thomas Siregar kepada Antara London, Senin menyebutkan Dubes Moazzam Malik juga menyatakan ingin hadir pada acara yang berkenaan dengan budaya Indonesia di masa datang.



Dia juga mengunjungi berbagai stan yang ada diantaranya stand Human Aid Initiave, organisasi bantuan kemanusiaan/charity di London yang memfokuskan kerja di Indonesia dan di beberapa negara lain.



Moazzam berharap, Human Aid Initiative nantinya bisa menjadi organisasi bantuan yang sukses dan menjadi makin besar, ujar Mohamad Susilo dari Human Aid Initiative kepada Antara, Senin.



Menurut Susilo, ini adalah kunjungan kedua Dubes Moazzam, yang sebelumnya, juga hadir di acara networking dinner Human Aid Initiative di London Muslim Centre baru-baru ini, dihadiri donatur dan pegiat sejumlah organisasi bantuan di Inggris.



Acara temu masyarakat dihadiri sekitar 1.500 pengunjung terdiri dari masyarakat Indonesia, diaspora, pelajar yang tengah menuntut ilmu serta warga Inggris dimeriahkan parade tari anak-anak dengan busana berbagai daerah, tarian kelompok Bunga Nusantara Bristol serta penampilan grup Band Great Peters Boys.



Rampak kendang yang dimainkan grup Gamelan Kiyai Fatahilah pimpinan komposer musik Iwan Gunawan berkolaborasi dengan Gamelan Southbank Centre pimpinan komposer musik John Pawson tampil sebagai pembuka “pesta rakyat”, dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat Indonesia yang tinggal di Inggris dan Irlandia.



Kehadiran tiga penari sekaligus sebagai penabuh kendang yang menari dan menabuh kendang dengan lincah menambah semarak penampillan rampak kendang. Harmonisasi gerak tari dan bunyi menarik perhatian penonton, khususnya warga Inggris.



Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia dan International Maritime Organization (IMO), Dr. Rizal Sukma pada saat membuka acara temu masyarakat menyampaikan penghargaannya kepada seluruh masyarakat yang hadir dan menyatakan kegembiraannya.



Dikatakannya selain memperkuat silaturahmi diantara masyarakat Indonesia, acara Temu Masyarakat merupakan kesempatan untuk masyarakat Indonesia yang tinggal di Inggris dan Irlandia merayakan keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia merupakan aset berharga bangsa Indonesia, yang perlu terus dilestarikan.



Sementara itu diaspora Indonesia, Euis Walter mengatakan merasa senang bisa ketemu teman-teman sudah lama tidak jumpa yang datang dari berbagai kota di Inggris.



Istri Clive Walter, Mayor Of Castle Point itu mengaku setiap tahun ia selalu menunggu acara temu masyarakat yang digelar setiap tahun dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Indonesia di Wisma Nusantara.



Selain penampilan kesenian dari berbagai daerah juga digelar bazar makanan yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan diaspora Indonesia serta para pelajar yang tengah menuntut ilmu di Inggris.



“Senang bisa menikmati berbagai hidangan nusantara mulai dari pecel, bakso dan penganan gorengan, serta berbagai sate, nasi gudeg komplit dan banyak lagi yang tidak kalah asli dengan masakan aslinya, "ujar ibu dua putra berangkat dewasa hasil perkawinan dengan Clive Walter.



Menurut Euis Walter yang datang dari daerah Essex, masyarakat yang hadir bersuka ria, banyak yang datang dengan keluarganya. Panggung hiburan juga meriah. Apalagi hari ini juga di lakukan pembagian hadiah dan medali untuk pemenang berbagai perlombaan dalam rangka menyambut HUT RI ke-74.



Udara hari ini sangat bagus perfect sunshine and warm English summer sangat pas untuk acara piknik di belakang kediaman resmi dutabesar Indonesia di Inggris.



Acara kesenian lain yang tampil dalam temu masyarakat yang diadakan dalam rangka merayakan HUT RI yang ke-74 yang bertema SDM



Unggul Indonesia Maju antara lain penampilan musisi Indonesia, seni musik dan tari tradisional, kelompok vokal, band Basudara Maluku, musik keroncong Cathy Eastburn dan orkes musik Bandana dan juga demo pencak silat serta penarikan undian dengan berbagai hadiah yang menarik seperti televisi dan handpone.



Penampilan grup vokal Maluku pimpinan Bung Hengky membawakan lagu daerah mengundang pengunjung ikut bernyanyi dan menari bersama. “Sungguh pemandangan yang indah menyatunya masyarakat Indonesia di Inggris, merayakan hari kemerdekaan, tanpa melihat perbedaan suku, budaya dan pilihan politiknya”, ujar Marisa Situmorang yang tergabung dalam kelompok Bonapasogit.



Diharapkan melalui kegiatan ini kesatuan dan persatuan seluruh masyarakat Indonesia di Inggris dan Irlandia akan semakin kuat dan kokoh memberikan konstribusi positif guna membangun bangsa Indonesia yang maju dan sejahtera, demikian Thomas Siregar.



 

Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar