Penerima bedah rumah pertanyakan mekanisme pencairan dana

id Bedah Rumah

Penerima bedah rumah pertanyakan mekanisme pencairan dana

Jakarta, 17/8 (Antara) - Direktur Utama ASABRI, Sonny Widjaja berbincang dengan masyarakat yang mendapatkan bantuan renovasi rumah dalam program "bedah rumah" sebagai rangkaian dari BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) di Nusa Tenggara Barat, Sabtu (17/8). Foto Humas Asabri

Saya akan laporkan ke kejaksaan jika ini tidak benar, kedua pihak Bank Mandiri Palu pemenang lelang, kenapa dipusatkan di Palu semua, sehingga menyusahkan kita untuk menghubungi, saya curiga ini
Poso (ANTARA) - Masyarakat penerima bantuan bedah rumah di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah mempertanyakan kejelasan mekanisme pencairan dana tersebut karena adanya simpang siur informasi teknis pengucurannya.

Sebelumnya pihak fasilatator lapangan menjelaskan bahwa dana bantuan beda rumah tersebut senilai Rp17,5 juta per KK, terdiri dari Rp15 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta biaya tukang. 

Biaya tukang akan diterima masyarakat penerima manfaat melalui ATM rekening Bank Mandiri Sam Ratulangi Palu.

Sementara penjelasan dana Rp15 juta untuk bahan bangunan tidak di jelaskan akan ditransfer ke rekening siapa. Namun penerima manfaat hanya tau menerima bahan bangunan yang diantar langsung oleh pihak penyuplai. 

Untuk menerima dana tukang senilai Rp2,5 juta itu, pihak Bank Mandiri Sam Ratulangi Palu membuatkan ATM yang diantar langsung ke desa. 

Namun pertemuan antara penerima manfaat dengan Fasilatator lapangan Kabupaten Poso belum lama ini mengatakan dana Rp2,5 juta akan diantar langsung oleh petugas Bank Mandiri ke penerima manfaat, dengan alasan maraknya SMS penipuan yang akan merugikan nasabah.

"Sampai saat ini, bangunan saya sudah hampir selesai tutup seng, belum ada juga dana tukang itu, katanya mau diantar langsung oleh Bank Mandiri, kalau begitu percuma buat ATM atau membantu kami jika nanti selesai baru dibayar," kata penerima manfaat Desa Kuku, Nyongki, Selasa (2/9).

Baca juga: BUMN Bedah 45 Rumah Veteran Sulteng
Baca juga: Warga Miskin Minta Prioritas Bedah Rumah

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Poso Alfred Suangga di kantornya mengatakan bantuan beda rumah di Poso yang sekitar 900 Kepala Keluarga itu, banyak masalah tidak ada kejelasan dana. 

Kata Alfret, sosialisasi sebelumnya dijelaskan penerima manfaat akan dibuatkan dua Rekening, rekening untuk Rp15 juta dan untuk Rp2,5 juta. 

Namun dia jelaskan, setelah menghubungi pihak Bank Mandiri Palu tidak jadi dua ATM itu, dengan alasan akan banyak biaya pengurusan ATM. Sehingga masyarakat penerima manfaat hanya dibuatkan satu ATM Mandiri untuk Rp17,5 juta. 

Dirinya merasa terkejut dari laporan warga yang mengatakan penerima manfaat hanya akan dikirim dana tukang senilai Rp2,5 juta.

"Saya akan laporkan ke kejaksaan jika ini tidak benar, kedua pihak Bank Mandiri Palu pemenang lelang, kenapa dipusatkan di Palu semua, sehingga menyusahkan kita untuk menghubungi, saya curiga ini," katanya.

Menurut Alfret, seharusnya pihak Satker Bantuan bedah rumah Provinsi memperdayakan semua Bank Mandiri dimana saja, sehingga jika di Poso harus Bank Mandiri Poso, untuk memudahkan koordinasi Dinas Perumahan sebagai perpanjang tangan. 

"Saya tidak setuju dengan cara itu, saya pernah protes kepada Satkernya di provinsi itu," akunya. 

Pihak Bank Mandiri Poso yang dihubungi mengatakan tidak memgetahui masalah bedah rumah tersebut, namun akan membantu menghubungi pihak Bank Mandiri Sam Ratulangi Palu. 

"Saya sudah hubungi pak, mereka katakan akan datangi langsung warga untuk membayar Rp2,5 juta itu, selebihnya nanti bapak tanyakan," ujar Perwakilan Bank Mandiri Poso Selfin, Rabu.***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar