Wagub ajak masyarakat Sulteng makan pangan lokal nonberas

id pangan lokal,pangan non beras

Wagub  ajak masyarakat Sulteng makan pangan lokal nonberas

gerakan makan pangan lokal nonberas di Palu, Sulteng. (Antara/Anas Masa)

Palu (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Rusli Dg Palabbi mengajak masyarakat di daerahnya untuk mulai membiasakan diri makan makanan pangan lokal nonberas yang banyak tersedia di seluruh kabupaten dan kota.

"Terus terang, saya bersama keluarga sudah melakukan hal itu," kata Rusli saat acara pencanangan gerakan diversifikasi pangan lokal yang digelar Kementerian Pertanian dan Badan Ketahanan Pangan di Palu, Rabu.

Wagub mengaku selama ini, ia bersama keluarganya dalam seminggu tidak mengkonsumsi makanan pangan beras (nasi).

Dalam seminggu dua hari hanya mengkonsumsi pangan lokal nonberas seperti beras jagung,pisang, ubi kayu, ibu jalan dan lainnya.

"Saya merasa sehat dan tetap kuat, sebab makanan nonberas tersebut juga mengandung karbohidrat dan gizi, tetapi tidak mendatangkan penyakit diabetes," katanya.

Ia pun mengajak semua masyarakat Sulteng mulai mengurangi makan nasi dan membiasakan diri mengkonsumsi makanan pangan lokal nonberas, karena sangat baik bagi kesehatan, terutama terhindar dari berbagai jenis penyakit yang bersumber dari nasi.

Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Trie Iryani Lamakampali mengatakan  program konsumsi pangan lokal nonberas bukan baru sekarang ini dilakukan di Sulteng.

"Kita sudah laksanakan program makan pangan lokal nonberas, namun belum begitu populer di masyarakat," kata Trie.

Masyarakat di Sulteng masih sangat bergantung pada beras sebagai makanan pokok. "Rasanya kalau tidak makan nasi, tidak kenyang," ujarnya.

Untuk merubah pola makan masyarakat tidak semudah membalikan telatap tangan, tetapi perlu kerja keras dari semua pihak.

Melalui gerakan diversifikasi pangan lokal sangat diharapkan ke depan masyarakat akan semakin terbiasa untuk makan makanan pangan lokal seperti beras jangung, ubi jalar, ubi kayu, pisang dan lainnya.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar