Anggota Senat Unismuh Palu Demo Rektor

id Unismuh, demo, palu

Rektor Unismuh Palu Aminun Omulu mengatakan, aksi tersebut diduga didalangi oleh dosen dan anggota senat Unismuh Palu yang sakit hati karena dipecat.

Palu - Puluhan anggota senat dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Jumat, mendemo rektornya karena dinilai tidak becus memimpin perguruan tinggi tersebut.

Aksi tersebut berlangsung di gedung rektorat Unismuh di Jalan Hang Tuah Palu.

Nurdin Rahman, selaku koordinator aksi, menilai Rektor Unismuh Palu Aminun Omulu membuat kebijakan yang melanggar ketetapan senat serta melakukan perjalanan dinas ke luar negeri dengan biaya tinggi.

Dia mencontohkan, ketetapan senat yang dilanggar rektor dan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) antara lain menguji calon sarjana di luar waktu yang telah ditetapkan pada September 2011.

Dia mengatakan, rektor hanya bisa menguji hingga tanggal 25 September 2011, namun pelaksanaan ujian puluhan mahasiwa di Kabupaten Tolitoli dilakukan pada 29-30 September 2011. Rektor juga memperbolehkan peserta ujian mengikuti proses wisuda sesuai jadwal.

Padahal, katanya, mahasiswa yang mengikuti ujian skripsi setelah 25 September 2011 harus mengikuti wisuda pada periode selanjutnya.

"Atas dasar apa rektor dan Dekan FAI melakukan hal itu," kata Nurdin.

Selain itu, dia juga mempertanyakan keberadaan mobil ambulance dan mobil dinas kampus yang saat ini sudah tidak ada lagi di garasi.

"Di mana mobil tersebut," katanya.

Sementara Rektor Unismuh Palu Aminun Omulu mengatakan, aksi tersebut diduga didalangi oleh dosen dan anggota senat Unismuh Palu yang sakit hati karena dipecat.

Menurutnya, berbagai permasalahan itu bisa diselesaikan melalui dialog tanpa melakukan aksi.

Unjuk rasa itu berlangsung tertib, meski sejumlah peserta aksi melakukan penyegelan gedung rektorat dengan cara menempel sejumlah poster bertuliskan tuntutan massa aksi.

Aksi tersebut juga tidak mengganggu kegiatan perkuliahan karena aktivitas kampus sudah mulai berakhir. (R026)


Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.