Kodim Donggala Tekankan Komunikasi Atasi Perkelahian Antardesa

id kodim, Trijoko, Donggala

Letkol Inf Trijoko (Dok Kodim Donggala)

Kita berkomunikasi dengan mereka (warga yang akan berkelahi). Kita menghimbau agar tidak berkelahi
Palu,  (antarasulteng.com) - Komando Distrik Militer (Kodim) 1306/Donggala di Sulawesi Tengah menekankan komunikasi sosial untuk mengatasi perkelahian antardesa yang sering terjadi di wilayah itu.

Komandan Kodim (Dandim) 1306/Donggala Letkol Inf Trijoko Adiwiyono di Palu, Kamis mengatakan, menghadapi perkelahian antardesa, TNI AD berbeda dengan kepolisian atau pemerintah daerah.

"Kita berkomunikasi dengan mereka (warga yang akan berkelahi). Kita menghimbau agar tidak berkelahi," kata alumni Akademi Militer tahun 2006 ini.

Dia mengatakan ujung tombak untuk meredam perkelahian antardesa itu berada di Komando Rayon Militer (Koramil).

Peran bintara pembina desa (babinsa), katanya, sangat membantu dalam berkomunikasi dengan warga untuk mencegah dan meredam perkelahian.

Bahkan, Kodim Donggala telah menempatkan satu babinsa untuk satu desa di wilayah rawan perkelahinan padahal di daerah lain satu babinsa memiliki wilayah beberapa desa bahkan ada satu babinsa memiliki wilayah satu kecamatan, ujarnya.

Jika Koramil setempat tidak sanggup mengatasi perkelahian antardesa maka akan dibantu oleh anggota TNI yang tinggal di wilayah perkelahian tanpa memandang tempat bertugas, katanya.

Jika masih belum berhasil mengatasi, ujarnya, maka Komandan Korem 132/Tadulako akan memerintahkan Batalyon Infanteri 711/Raksatama untuk ikut meredam perkelahian.

"Namun hingga enam bulan saya bertugas di sini, saya belum pernah minta bantuan ke Danrem," ujarnya.

Dua wilayah Kodim Donggala yang sering terjadi perkelahian adalah Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Konflik antarwarga tersebut sering menimbulkan korban jiwa selain pengrusakan dan pembakaran rumah serta kendaraan.

Pemicu konflik antara lain minuman keras, salah paham pembicaraan, saling ejek, rebutan air dan dendam lama. Tidak jarang dalam satu malam terjadi lebih dari sekali tawuran di tempat terpisah.(skd) 
Pewarta :
Editor : Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar