Jakarta - Pembuat mobil listrik nasional, Dasep Ahmadi, menjamin baterai mobil listrik produksinya tidak akan kepanasan (overheated) atau menggelembung walau dilakukan pengisian dalam waktu lama.
Menurut Dasep, kemampuan menahan panas itu karena menggunakan baterai lithium ion seharga Rp50 juta.
"Tidak akan menggelembung sehingga mau nge-'charge' kapan pun baik dalam keadaan kosong maupun isi tidak akan 'overheated'. Beda dengan baterai lain yang kalau di-'charge' lama maka akan gelembung," kata Dasep Ahmadi saat dijumpai di Jakarta, Senin.
Dasep menjelaskan mobil listrik buatannya menggunakan 36 buah baterai lithium ion dengan kapasitas 21 kWh, sehingga mampu berjalan sejauh 130 kilometer dalam satu kali pengisian.
Dalam dua tahun mendatang, ia memperkirakan jarak tempuh mobil listrik ini dapat ditingkatkan menjadi sekitar 300 km dalam satu kali pengisian ulang.
Baterai mobil listrik dengan merek dagang Ahmadi ini, dapat melakukan pengisian di rumah dengan tegangan 220 Volt. Pada tegangan listrik tersebut, baterai mobil ini sudah dapat terisi dengan cepat dengan waktu 30 menit. Sementara keterisian 100 persen baterai membutuhkan waktu empat sampai lima jam.
Selain itu, Dasep optimistis baterai mobil listrik dapat bertahan tujuh hingga delapan tahun ke depan. Kapasitas baterai ini bahkan dapat dilakukan 2.000 kali pengisian ulang atau dengan istilah 2.000 "cycle".
Mobil listrik Ahmadi dihargai sekitar Rp200-300 juta. Menariknya lagi, biaya konsumsi listrik mobil ini sekitar Rp50.000,00 - Rp60.000,00 per bulan, jauh lebih murah dibandingkan dengan mobil yang mengonsumsi BBM yang membutuhkan biaya operasional sebesar Rp300.000,00 - Rp400.000,00.
PT Nipress Tbk menyatakan kesiapannya untuk memproduksi baterai jenis "Lithium Ferro Phosphate" yang rencananya digunakan untuk mobil listrik nasional. Awalnya, baterai jenis lithium ini baru akan diproduksi oleh Nipress pada 2015 menyusul belum adanya permintaan domestik. (KR-SSB)
