Pangururan, Sumut - Kabupaten Samosir mengikuti pameran hasil pertanian bertaraf internasional (world horticultura expo floriade) di Venio, Belanda pada 27 Agustus hingga 7 September 2012.
"Direktur Promosi Pariwisata Luar Negeri Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif memberikan kepercayaan bagi Kabupaten Samosir untuk mengikuti ajang yang digelar setiap sepuluh tahun sekali tersebut," kata Kabag Humas Pemkab Samosir, Amon Sormin di Pangururan, Selasa (28/8).
Juru bicara Pemkab Samosir itu menyebutkan, pameran hasil pertanian itu dirangkaikan dengan pertunjukan kesenian yang berlangsung selama 12 hari, serta akan mengirimkan sembilan orang tim kesenian yang delegasinya dipimpin langsung Bupati Mangindar Simbolon.
Tim kesenian tersebut, kata dia, akan mempromosikan berbagai produk kesenian tradisional Batak lewat pagelaran kreasi seni budaya berupa tari tortor dan musik gondang serta akan memamerkan sejumlah hasil pertanian yang khas dari daerah setempat.
Melalui ajang tersebut, lanjut Amon, Pemerintah Kabupaten Samosir akan memperkenalkan potensi keunikan sejarah asal mula orang Batak, sehingga diharapkan cukup tepat untuk dijadikan sebagai daerah tujuan wisata lingkungan inovatif 2012.
Sebab, kata dia, salah satu agenda utama dalam acara tersebut, yakni pagelaran karya seni tari dan musik tradisonal dan Kabupaten Samosir berkesempatan mewakili Sumatera Utara, selain satu Provinsi lainnya dari Kalimantan.
"Tim kesenian Kabupaten Samosir akan tampil dalam acara perayaan The National Day Indonesia pada 30 Agustus 2012 di Amphi Theater Floriade Venio dan pesta rakyat di sekolah Indonesia Waseenar, Den Haag," katanya.
(pso-219)
Samosir Ikut World Horticultura Expo di Belanda
Dua orang wisatawan mancanegara melihat barang-barang yang dipamerkan di salah satu anjungan pada Pesta Danau Toba 2009, di kota wisata Parapat, Sumut. (FOTO ANTARA/Irsan Mulyadi)
