Palu (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid meminta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulteng masa bakti 2025–2030 untuk menjadi motor penggerak ekonomi rakyat melalui penguatan industri kerajinan dan warisan budaya lokal.
"Dekranasda bukan hanya sekadar organisasi pendukung, melainkan bagian penting dari sistem yang menopang kebijakan pembangunan daerah, terutama dalam sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah," kata Anwar Hafid dalam keterangannya di Palu, Selasa.
Ia menyampaikan hal ini pada pengukuhan pengurus Dekranasda Sulteng masa bakti 2025-2030 berdasarkan Surat Keputusan Dewan Kerajinan Nasional Nomor 17.02/Dekran/SK/III/2025.
Anwar mengatakan Dekranasda sebagai mitra pemerintah daerah diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi rakyat melalui penguatan industri kerajinan dan warisan budaya.
Menurut dia, Sulawesi Tengah memiliki kekayaan kerajinan yang tidak kalah dengan daerah lain, namun masih menghadapi tantangan dalam penyediaan souvenir atau buah tangan khas yang representatif.
Hal ini, kata dia, menunjukkan bahwa potensi besar Provinsi Sulteng yang belum tergali sepenuhnya, sehingga perlu untuk mengembangkan produk-produk khas yang dapat meningkatkan identitas daerah dan menarik minat wisatawan.
Untuk itu, ia menyampaikan bahwa pihaknya berencana membangun Mall Dekranasda sebagai etalase produk kerajinan unggulan Sulteng, sekaligus sebagai ruang promosi permanen yang layak bagi para pelaku UMKM.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan kreatif dalam pengembangan batik khas Sulteng untuk menjangkau generasi muda.
"Selain itu, pendekatan kreatif juga sangat penting dalam pengembangan batik khas Sulawesi Tengah yang mengusung nuansa kekinian dan mampu menjangkau generasi muda," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan menegaskan komitmennya untuk menjadikan Dekranasda sebagai garda terdepan dalam pengembangan UMKM daerah.
Ia mengajak seluruh jajaran Dekranasda provinsi serta kabupaten/kota untuk melakukan pendampingan dan peningkatan kapasitas bagi para pelaku usaha.
"Kami bertujuan agar UMKM mampu memenuhi standar pasar, sehingga dapat bersaing lebih efektif di tingkat yang lebih luas," katanya.
