Parigi, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) menggencarkan program prioritas dengan slogan sehat bersama untuk menaikkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.
"Program ini mengakomodasi sejumlah kegiatan pemenuhan kesehatan masyarakat hingga ke wilayah terpencil," kata Bupati Parigi Moutong Erwin Burase di Parigi, Selasa.
Ia menjelaskan sejumlah kegiatan pada program sehat bersama yang melekat pada Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, yakni pelayanan kesehatan bergerak atau mobile, yaitu pemeriksaan kesehatan dan penjemputan pasien gawat darurat di rumah oleh tim kesehatan Puskesmas bagi masyarakat yang memiliki kendala akses dan diprioritaskan untuk masyarakat kurang mampu.
Kemudian, pembiayaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bagi masyarakat rentan (miskin) guna pencapaian Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta.
Persentase UHC Parigi Moutong saat ini berada di angka 82 persen, masyarakat yang memperoleh pembiayaan BPJS Kesehatan oleh pemerintah daerah (pemda) adalah mereka yang terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Kami juga memiliki program prioritas layanan ambulans gratis untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan rujukan maupun pemulangan jenazah ke rumah duka terintegrasi dengan layanan sehat bersama," ujarnya.
Ia mengemukakan pada layanan rujukan gratis ke Rumah Sakit (RS) melibatkan 24 Puskesmas di Parigi Moutong, dimana layanan ini sebagai komitmen dalam mempercepat penanganan pasien gawat darurat.
Menurut data Dinkes setempat, sebanyak 23.521 rujukan dilayani 24 Puskesmas di Parigi Moutong pada tahun 2025 atau rata-rata sekitar 1.960 rujukan per bulan.
"Kami berharap program prioritas yang telah disusun dikolaborasikan dengan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga implementasi di lapangan dapat terlaksana secara optimal," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong I Gede Widiada mengatakan pada percepatan layanan rujukan, pihaknya memperkuat ambulans pada masing-masing Puskesmas.
Menurut data Dinkes, dari 30 unit ambulans tersebar di masing-masing Puskesmas hanya 19 unit layak pakai, sedangkan 13 lainnya rusak ringan dan lima rusak berat.
"Meski dengan keterbatasan, itu bukan penghalang memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat," ucapnya.
Ia menambahkan pihaknya juga mendistribusikan sarana kendaraan dan teknologi bagi tenaga kesehatan (nakes) bertugas di wilayah terpencil, sebagai bagian dari upaya menyukseskan program sehat bersama melalui penyediaan sepeda motor untuk bidan dan petugas imunisasi agar mereka dapat menjangkau masyarakat lebih cepat, khususnya di wilayah terpencil
"Kami mendistribusikan alat kerja berupa laptop kepada 140 bidan desa guna percepatan digitalisasi layanan dan pelaporan serta pemantauan kesehatan yang lebih gesit dan tepat waktu," tutur I Dede.
