Palu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon, Sulawesi Utara menjalin kerja sama penguatan ketahanan pangan daerah.
"Kolaborasi regional kedua belah pihak merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi guna memenuhi kebutuhan pangan masing-masing daerah," kata Bupati Parigi Moutong Erwin Burase dalam keterangan tertulisnya diterima di Palu, Kamis.
Ia mengemukakan, kerja sama yang dibangun merupakan kolaborasi strategis pada sektor pertanian maupun sektor penunjang ketahanan pangan dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
Diperlukan sinergitas regional dalam menjaga kondusifitas perekonomian daerah, yang mana ketidakpastian ekonomi global sangat berpengaruh terhadap kebijakan ekonomi nasional
Maka penguatan antar wilayah menjadi salah satu strategi positif dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dan harga bahan pokok.
"Penguatan ekonomi lokal berbasis gotong royong kunci menjaga tren inflasi daerah masing-masing," ujarnya.
Menurut data Pemkab Parigi Moutong, potensi pertanian salah satu sektor yang andalan, tahun 2024 daerah ini mencatat hasil produksi yang signifikan, komoditas kelapa sebanyak 35.532 ton, kakao 28.402 ton, dan cabai rawit 5.824,5 ton per musim tanam.
Lalu, Parigi Moutong menjadi daerah penyangga utama produksi beras di Sulawesi Tengah dengan total produksi mencapai 251.299 ton.
"Komoditas-komoditas ini siap didistribusikan untuk mendukung stabilitas pasokan di wilayah lain, termasuk Kota Tomohon," ucap Erwin.
Menurut dia, melalui kerja sama itu akan melahirkan sinkronisasi data harga bahan pangan secara berkala, terbentuknya jalur distribusi lintas daerah yang efektif dan efisien, dan pengendalian pasokan di saat gejolak harga.
Selain itu kolaborasi ini juga tidak hanya menguntungkan kedua daerah dalam mengendalikan inflasi, tetapi juga membuka ruang luas bagi pengembangan potensi ekonomi unggulan, baik di sektor pertanian, perdagangan, maupun industri kecil dan menengah (IKM).
"Kami terbuka berkolaborasi dengan daerah lain di wilayah Sulawesi dalam pemenuhan ketahanan pangan," kata dia.
Ia menambahkan, momentum ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarwilayah merupakan pondasi penting dalam menjawab tantangan ekonomi dan sosial di masa depan.
Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) berlangsung di Makassar disaksikan pejabat dari kedua belah pihak.
