Vale Ajak Literasi Lingkungan sebagai Titik Awal Transformasi Nasional

id Vale,literasi,lingkungan,transformasi,nasional

Vale Ajak Literasi Lingkungan sebagai Titik Awal Transformasi Nasional

Vale, Kolaborasi dengan JUWITA lewat “Pelatihan Jurnalisme, menarasikan Praktik Bisnis Berkelanjutan” pada 21–22 Juli 2025. Foto : ANTARA/HO/ (Dokumentasi Pt Vale)

Morowali (ANTARA) - Di tengah arus global yang menuntut energi bersih, Morowali ibarat panggung kecil yang merefleksikan gelombang perubahan besar.

PT Vale Indonesia, bagian dari MIND ID, menelusuri benih-benih keberlanjutan. Tak hanya dengan memanen nikel, tetapi juga menanamkan literasi lingkungan, mengajarkan masyarakat untuk memahami dan menciptakan narasi hijau.

Layaknya ujung pena yang menggoreskan tinta di atas kertas putih bumi, PT Vale menerapkan prinsip-prinsip ESG secara holistik. Pada tahun 2024, mereka menerima Penghargaan Eco - Tech Pioneer & Sustainability dengan serangkaian medali. Dua emas, dua perak, dan dua perunggu.

Sementara itu, tingkat risiko ESG "moderat" (29,4 menurut Sustainalytics ) menunjukkan manajemen risiko yang semakin solid ( Vale ).

Di lapangan, praktik reklamasi seperti pembibitan , hydroseeding , dan LGS ( Lamella Gravity Settler ) ibarat jurnalis alam. Mereka mengubah ekosistem bekas tambang menjadi siklus hidup baru ( Vale ).

Sementara itu, IGP Morowali dengan investasi awal Rp 37,5 triliun yang menggunakan teknologi RKEF bertenaga gas alam, menjanjikan penurunan jejak karbon sebesar 33% pada tahun 2030 ( Vale ).

PT Vale juga meraih dua penghargaan Silver pada ajang Indonesia Corporate Sustainability Award 2024, untuk kategori Pengembangan Komunitas dan Manajemen Sumber Daya Manusia yang Inovatif —hasil dari alokasi dana sebesar Rp 63 miliar hingga kuartal III 2024 untuk program pemberdayaan masyarakat ( Vale ).

Morowali bukan sekedar ladang pertambangan, melainkan kebun pendidikan.

Kolaborasi dengan JUWITA melalui "Pelatihan Jurnalisme, Menarasikan Praktik Bisnis Berkelanjutan" pada 21-22 Juli 2025 membuka ruang bagi generasi muda untuk merangkai kata-kata tentang lingkungan.

Narasi mereka tidak lagi satu arah, tetapi jembatan dialektis antara perusahaan dan masyarakat, data dan empati.

"Kami melihat pelatihan ini sebagai kebutuhan mendesak untuk menyajikan narasi praktik bisnis berkelanjutan di sekitar kita. Karena perkembangan industri ini sangat pesat, kami berharap dapat melihat langsung apa yang telah dilakukan perusahaan dan dapat menceritakannya," ujar Kartini Nainggolan , Ketua Juwita.

Strategi ini berakar pada tata kelola yang diperkuat: sejak 2023, skor Tata Kelola Perusahaan Vale telah meningkat dari 87,7% menjadi 98,7% di ACGS ( Vale ), memperkuat fondasi transparansi dan akuntabilitas.

Nilai-nilai CARES ( Belas Kasih , Akuntabilitas , Ketahanan , Keunggulan , Keberlanjutan ) makin mewarnai budaya perusahaan dalam setiap tarikan napas—di tambang, di pembibitan , maupun saat berdialog dengan warga.

"Ini adalah kesempatan yang baik untuk belajar bagaimana menarasikan isu keberlanjutan karena bagaimanapun kita membutuhkan investasi. Harapannya ke depan tentu saja apa yang kita tulis dapat mencakup kedua sisi , tidak hanya isu negatifnya tetapi juga kita harus melihat upaya apa pun yang telah dilakukan perusahaan," jelas Kartini .

PT Vale tidak sekadar mengambil mineral, mereka membantu menulis babak baru pertambangan Indonesia, tinta ESG , narasi lokal, dan harmoni global.

Morowali menjadi laboratorium transformasi di mana nikel diolah menjadi energi hijau, dan literasi lingkungan diolah menjadi keyakinan yang berkembang.

"Kami percaya bahwa keberlanjutan saja tidak cukup untuk dilakukan, tetapi juga perlu dikomunikasikan secara adil, transparan, dan inklusif," kata Vanda Kusumaningrum , Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.