Palu (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu, Sulawesi Tengah, mencatat harga beras premium mengalami lonjakan menjadi Rp18.000 per kilogram dari sebelumnya Rp17 ribu per kilogram.
"Sejak awal Juli harga beras bertahan di angka Rp17 ribu per kilogram, namun di akhir bulan harga melonjak," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu Zulkifli di Palu, Rabu.
Ia mengemukakan sejumlah faktor yang mempengaruhi lonjakan harga beras karena daerah sentra belum melakukan panen, termasuk faktor cuaca.
Pada Juni harga beras premium naik menjadi Rp16 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp14 ribu per kilogram, lalu di bulan Juli mengalami lonjakan dari Rp17 ribu per kilogram ke Rp18 ribu per kilogram.
"Sementara saat ini harga beras medium di kisaran Rp16 ribu per kilogram," ujarnya.
Lalu khusus bahan pokok penting lainnya selain beras dari hasil pemantauan harga oleh Disperindag Kota Palu di pasar tradisional Kota Palu dalam kondisi stabil.
Adapun bahan pokok penting lainnya yakni gula pasir dijual seharga Rp19 ribu per kilogram, minyak goreng produk Bulog kemasan bantal seharga Rp20 ribu per liter, daging sapi Rp130 ribu per kilogram, daging ayam broiler Rp50 ribu per kilogram.
Kemudian komoditas cabai rawit hijau Rp40 ribu per kilogram, cabai rawit merah dan cabai besar masing-masing Rp35 ribu per kilogram, sedangkan komoditas bawang merah Rp50 ribu per kilogram dan bawang putih Rp45 ribu per kilogram.
"Sedangkan harga komoditas tomat mengalami penurunan di harga Rp15 ribu per kilogram, yang sebelumnya Rp30 ribu per kilogram," tutur Zulkifli.
Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan langkah intervensi pengendalian harga melalui kegiatan pasar murah yang melibatkan Perum Bulog dengan menjual beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
Menurut data Bulog, target penyaluran beras SPH 13.065 ton di Sulawesi Tengah, sebagai upaya pemerintah menekan harga beras.
"Khusus beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp62.500 per kilogram, sedangkan kemasan 10 kilogram dijual seharga Rp125 ribu per kilogram. Harga eceran sangat terjangkau di kisaran Rp12.500 per kilogram," kata dia.
