Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengingatkan dan mengajak seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tenaga kesehatan untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat, khususnya dalam penurunan kasus stunting di daerah itu.
Wakil Bupati (Wabup) Sigi Samuel Yansen Pongi mengatakan tenaga kesehatan (nakes) memegang peran penting dan strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
"Jadi penurunan kasus stunting menjadi salah satu prioritas utama daerah saat ini," kata Wabup Samuel kepada awak media di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Kota, Minggu.
Pihaknya terus berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan kesehatan di seluruh kecamatan, termasuk di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
"Ke depan para nakes bisa menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi gizi, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta deteksi dini masalah tumbuh kembang anak," ucapnya.
Ia menuturkan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, sebagai kunci keberhasilan mewujudkan Kabupaten Sigi yang sehat dan bebas stunting.
"Saya berharap para PPPK tenaga kesehatan ini bisa membawa perubahan dan dampak positif di tengah-tengah masyarakat termasuk sebagai agen perubahan yang dapat mengedukasi, menggerakkan, dan memastikan pelayanan kesehatan berkualitas dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," sebutnya.
Diketahui Kabupaten Sigi mencatat terjadi kenaikan kasus stunting di daerah itu pada tahun 2024 mencapai 33 persen.
Selama tiga tahun terakhir sejak 2021 hingga 2023 angka stunting di Sigi turun, tetapi untuk tahun 2024 mengalami kenaikan 6,6 persen dari 26,4 persen menjadi 33 persen.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulteng, terdapat lima daerah di Sulteng mengalami kenaikan kasus stunting tahun 2024 yakni Buol 36,9 persen, Sigi 33,0 persen, Banggai Kepulauan menjadi 28,4 persen, Banggai Laut 26,6 persen, dan Kota Palu 25,6 persen.
