Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) berupaya mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh daerah itu, termasuk wilayah kepulauan, melalui Program Berani Cerdas.
“Tidak boleh ada lagi anak yang tidak sekolah hanya karena tidak memiliki biaya atau seragam. Sekolah harus menerima semua anak. Wajib belajar 12 tahun harus kita wujudkan bersama,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid dalam kunjungannya di Banggai Kepulauan, Rabu.
Gubernur menjelaskan sejak 2017 pengelolaan SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Kunjungan ke Banggai Kepulauan, lanjutnya, untuk melihat langsung kondisi sekolah dan memastikan pelayanan pendidikan berjalan baik.
Melalui Program Berani Cerdas, kata dia, pemerintah provinsi menargetkan tiga hal utama yaitu memastikan seluruh anak usia sekolah dapat melanjutkan pendidikan menengah, menjadikan sekolah bebas pungutan, serta menyediakan beasiswa kuliah bagi anak berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Ia menuturkan pemerintah provinsi menanggung biaya kuliah mahasiswa berprestasi hingga Rp20 juta per semester, termasuk untuk jurusan kedokteran dengan harapan ke depan setiap desa memiliki minimal satu dokter.
Selain itu, kata dia, pemerintah provinsi juga menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) pada jurusan Teknik Metalurgi dan Teknik Industri.
Menurut dia, lulusan program ini dijamin mendapat pekerjaan di kawasan industri besar, seperti Morowali. Tahun depan kuota penerimaan akan ditingkatkan menjadi 40 orang dan diharapkan ada siswa dari Banggai Kepulauan yang bisa berpartisipasi.
Gubernur Anwar menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan program pendidikan selama memegang amanah.
“Pendidikan adalah jalan utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Mari kita lahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu membangun Sulawesi Tengah,” katanya.
