Kinerja sektor keuangan di Sulteng hingga Juni 2025 tumbuh stabil

id OJK Sulteng ,Kinerja sektor keuangan Sulteng ,Sulawesi Tengah

Kinerja sektor keuangan di Sulteng hingga Juni 2025 tumbuh stabil

Kepala OJK Sulteng Bonny Hardi Putra. ANTARA/Nur Amalia Amir

Palu (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja sektor keuangan di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga Juni 2025 tetap terjaga dan stabil dengan pertumbuhan positif.

"Sampai 30 Juni 2025, industri jasa keuangan (IJK) di wilayah Sulteng tetap stabil dengan kinerja yang positif, likuiditas yang memadai dan profil risiko yang terjaga," kata Kepala OJK Sulteng Bonny Hardi Putra dalam keterangannya di Palu, Kamis.

Ia menjelaskan perkembangan sektor perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), dan pasar modal di Sulawesi Tengah terus tumbuh seiring dengan upaya edukasi, peningkatan inklusi keuangan dan perlindungan konsumen yang dilakukan secara berkelanjutan.

OJK mencatat pada posisi 30 Juni 2025, sebagian besar indikator perbankan mengalami pertumbuhan positif secara year-on-year (yoy) dengan posisi aset perbankan tercatat tumbuh sebesar 6,52 persen mencapai Rp77,98 triliun pada Juni 2025, dari Rp73,21 triliun pada Juni 2024.

Selanjutnya untuk kredit perbankan tumbuh sebesar 6,56 persen, dari Rp55,06 triliun pada Juni 2024 menjadi Rp58,67 triliun pada Juni 2025 dengan kualitas kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang tetap terjaga di angka 1,86 persen.

Sementara itu, kata dia, dana pihak ketiga (DPK) juga naik tipis 0,30 persen, dari Rp37,23 triliun pada Juni 2024 menjadi Rp37,34 triliun pada Juni 2025.

“Kinerja perbankan syariah juga terus mengalami peningkatan dengan nilai aset tercatat Rp3,78 triliun atau tumbuh sebesar 16,67 persen,” ujarnya.

Sedangkan pada pembiayaan syariah hingga Juni 2025 masih menunjukkan tren positif dengan tumbuh sebesar 16,78 persen menjadi Rp3,34 triliun dari sebelumnya Rp2,86 triliun, dan penghimpunan dana pihak ketiga tumbuh sebesar 4,13 persen menjadi Rp2,27 triliun dari Rp2,18 triliun pada Juni 2024.

Ia mengatakan perbankan juga berkomitmen untuk terus mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang diwujudkan dalam peningkatan penyaluran kredit kepada UMKM.

Pada Juni 2025, kredit UMKM tercatat sebesar Rp18,06 triliun, tumbuh 8,08 persen dengan NPL yang masih terjaga sebesar 3,27 persen atau masih di bawah batas maksimal lima persen.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.