Palu (ANTARA) - Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Sulawesi Tengah mengungkapkan sekitar 40 persen warga binaan di lembaga pemasyarakatan daerah ini belum mendapatkan akses layanan kesehatan gigi secara layak.
“Data menunjukkan sekitar 40 persen warga binaan belum mendapatkan akses layanan kesehatan gigi yang layak,” kata Ketua PDGI Sulteng Emma Sukmawati di Palu, Jumat.
Hal itu disampaikan Emma saat bertemu Gubernur Sulteng Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido. Pertemuan itu membahas rencana kegiatan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut, yang akan digelar di Lapas Perempuan (LPP) Palu pada 11 Oktober 2025.
Dia menjelaskan kegiatan bakti sosial akan diikuti lebih dari 240 warga binaan Lapas Perempuan Palu. Bentuk pelayanan yang diberikan meliputi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan, penambalan, dan pencabutan gigi.
“Kesehatan gigi adalah gerbang kesehatan tubuh. Kalau mulut sehat, gizi bisa masuk dengan baik, sehingga berpengaruh pada kesehatan ibu hamil, anak-anak, maupun orang dewasa,” ujarnya.
Dia berharap kegiatan itu dapat memberi manfaat nyata, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi warga binaan.
Sementara itu, Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyambut baik inisiatif PDGI Sulteng dan menegaskan dukungan Pemprov Sulteng.
“Saya setuju sekali, lebih baik sakit hati daripada sakit gigi. Sakit gigi itu luar biasa. Oleh karena itu, saya mendukung penuh kegiatan ini,” katanya.
Menurut Gubernur, kegiatan bakti sosial sangat penting karena sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
“Saya berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberi manfaat besar. Semoga warga binaan bisa lebih sehat dan bahagia,” katanya.
