Dinkes Parigi Moutong buka layanan konseling dan tes HIV keliling

id HIV aida, penyakit menular, Dinkes Parimo, pemkab Parimo, Sulawesi Tengah, perilaku menyimpang, seks bebas, sulteng

Dinkes Parigi Moutong buka layanan konseling dan tes HIV keliling

Ilustrasi - Petugas kesehatan mengambil sampel darah untuk mendeteksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). ANTARA/Prasetia Fauzani

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) membuka layanan konseling dan tes Human Immunodeficiency Virus (HIV) keliling secara sukarela, rahasia dan terstruktur untuk mengetahui status HIV seseorang.

"Pemerintah Parigi Moutong telah menyediakan layanan Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) HIV di tiga fasilitas kesehatan yakni Rumah Sakit (RS) Anuntaloko Parigi, Puskesmas Terus dan Puskesmas Mepanga," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penularan Penyakit Dinkes Parigi Moutong Yunita Tagunu di Parigi, Selasa.

Menurut data Dinkes, sejak Januari hingga Desember 2025, sekitar 38 kasus HIV ditemukan di kabupaten itu. Dimana puluhan kasus tersebut perlu dilakukan penanggulangan dan pengobatan intensif supaya penularannya dapat dicegah.

Hingga kini HIV salah satu penyakit yang belum bisa disembuhkan total, tetapi dapat dikendalikan melalui terapi Antiretroviral (ARV), pengobatan dengan kombinasi obat guna menekan replikasi virus, menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat dan mencegah penyakit berkembang menjadi AIDS.

"Kami sudah melakukan upaya deteksi dini. Kami berharap masyarakat secara sadar melakukan pemeriksaan secara mandiri di fasilitas kesehatan (faskes) yang telah disediakan pemerintah," ujarnya.

Ia mengemukakan, Dinkes Parigi Moutong sebelumnya melaksanakan kegiatan skrining Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau layanan konseling dan tes HIV keliling bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi.

Kegiatan itu dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kesehatan WBP sejak awal dan upaya Dinkes mencegah penyebaran penyakit menular, khususnya HIV/AIDS.

“229 WBP menjalani tes HIV, dari hasil skrining satu orang teridentifikasi suspek HIV dan langsung dirujuk ke layanan PDP RSUD Anuntaloko Parigi,” ucapnya.

Ia memastikan Dinas Kesehatan terus memperluas jangkauan layanan pencegahan melalui edukasi, pemeriksaan, dan layanan pengobatan di PDP yang telah tersedia.

"Penularan HIV terjadi karena perilaku seks menyimpang. Maka masyarakat mestinya sadar bahwa kesehatan itu penting. Kami juga terus memperkuat langkah-langkah konkret, supaya masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal," tutur Yunita.

Pewarta :
Editor : Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.