Sulteng siapkan langkah kendalikan inflasi jelang Ramadhan

id Pemprov Sulteng ,Pengendalian inflasi,Sulawesi Tengah ,Jelang Ramadhan

Sulteng siapkan langkah kendalikan inflasi jelang Ramadhan

Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng

Palu, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam upaya pengendalian inflasi menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2026 guna menjaga daya beli masyarakat.

Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido di Palu, Sulteng, Kamis, menyampaikan pengendalian inflasi pada 2025 sempat menghadapi berbagai tantangan.

Namun, berkat kerja keras dan sinergi lintas sektor, inflasi Sulawesi Tengah tetap berada dalam kondisi terkendali.

"Alhamdulillah, inflasi Sulawesi Tengah berada di angka 3,31 persen dan masih dinyatakan sehat. Ini merupakan hasil kerja keras Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan dukungan Bank Indonesia, BPS, Bulog, serta seluruh pihak yang terlibat," katanya.

Pemprov Sulteng melaksanakan high level meeting Tim TPID dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sulawesi Tengah untuk membahas strategi pengendalian inflasi menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Wagub menyampaikan terdapat empat daerah yang menjadi perhatian utama dalam pengendalian inflasi, yakni Kota Palu, Kabupaten Morowali, Kabupaten Tolitoli, dan Luwuk, karena memiliki kontribusi besar terhadap pergerakan harga di Sulawesi Tengah.

Karena itu, Wagub menekankan bahwa antisipasi sejak dini menjadi kunci utama dalam menekan potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

Ia mengatakan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026, harga pangan berpotensi mengalami kenaikan.

Oleh karena itu, Pemprov Sulteng bersama TPID akan kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar serta memantau perkembangan harga komoditas strategis, seperti beras, ikan, cabai, telur ayam ras, dan daging sapi.

TPID Provinsi Sulteng juga menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain menjamin ketersediaan stok bahan pangan strategis, mengoptimalkan cadangan pangan pemerintah daerah, serta memperkuat koordinasi dengan Bulog.

Selain itu, melakukan pelaksanaan operasi pasar murah secara masif, tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran, terutama di wilayah rawan inflasi dan terdampak cuaca ekstrem, serta mengantisipasi gangguan distribusi dengan menyiapkan jalur logistik alternatif.

Kemudian, melakukan pemantauan harga harian secara intensif melalui sistem pelaporan TPID, serta penguatan komunikasi publik agar masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Sukarna menyampaikan bahwa tren inflasi tahunan Sulawesi Tengah terus menunjukkan perbaikan, dari 3,92 persen pada Oktober, 3,50 persen pada November, hingga 3,31 persen pada Desember 2025.

Ia merekomendasikan optimalisasi operasi pasar murah dengan fokus pada komoditas yang secara historis mengalami kenaikan harga saat Ramadhan dan Idul Fitri.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.