Blok minyak Tiaka akan diaktifkan kembali

id blok tiaka,minyak,morowali

Blok minyak Tiaka (biru) (kppu.go.id/)

Dengan perbaikan harga minyak dunia dan berdasarkan analisa bisnis, direncanakan aktivitas atau pengoperasian kembali blok Tiaka
Palu,  (Antaranews Sulteng) - Perusahaan pengelola minyak bumi di blok Tiaka, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah merencanakan mengaktifkan kembali operasioanal produksi ladang minyak tersebut, setelah membaiknya harga minyak dunia.

"Dengan perbaikan harga minyak dunia dan berdasarkan analisa bisnis, direncanakan aktivitas atau pengoperasian kembali blok Tiaka," kata Busisness Support Manager JOB Pertamina Medco E&P Tomori, M Ferry Bagja kepada Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola di ruang kerja gubernur, Kamis.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Manajer Senior Operasi SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Roy Widiartha dan Field Manager Dongi Matindok PT Pertamina EP Munir Yunus, terkait proyek pengembangan produksi minyak dan gas di Sulteng.

Hal senada juga disampaikan Fiel Manager Dongi Matindok Pertamina EP, Munir Yunus bahwa saat ini produksi Dongi-Matindok telah penuh untuk kebutuhan ekspor, tetapi untuk kebutuhan lokal khususnya bagi PLN belum diproduksi, dimana kuotanya sebesar 20 persen dari produksi.

Terkait pengaktifan kembali blok Tiaka, Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengharapkan agar terlebih dahulu dianalisa secara matang, karena keberadaan operasional blok Tiaka sudah membuat rugi Pemprov Sulteng, sebagai dampak dari kebijakan pemerintah.

"Perlu dilakukan kajian yang matang dan konprehensip agar tidak terjadi kerugian yang timbul, baik bagi pemerintah daerah, juga kepada operator serta tidak memiliki beban sosial kepada masyarakat," kata Gubernur Longki.

Selain itu, kata gubernur, Pemprov Sulteng sudah menyiapkan perusahaan daerah sebagai perusahaan yang akan melaksanakan partisipasi intereset (PI) 10 persen, yang perjuangannya telah dilakukan hingga di Kementerian ESDM dan SSK Migas.

Gubernur juga berharap SKK Migas dapat terbuka terhadap data produksi, agar tidak ada kecurigaan dari pemerintah daerah, karena berkaitan dengan besar pendapatan yang merupakan bagian pemda sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Akhir tahun 2016 lalu, Field Manager JOB Pertamina Medco E&B Tomori Sulawesi, Susanto selaku perwakilan perusahaan pengelola di hadapan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menyatakan menghentikan sementara operasional produksi ladang minyak di blok Tiaka, sebagai dampak dari anjloknya harga minyak dunia.

Kala itu, Susanto mengatakan perusahaan akan kembali beroperasi jika harga minyak dunia sudah di atas USD 60 ribu per barel.  
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar