Kabupaten Banggai daerah tertinggi pertumbuhan ekonominya berkat migas

id skk migas,tiaka,donggi,banggai

Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola, MSi (kiri) menyerahkan plakat kepada pimpinan rombongan SKK Migas dalam pertemuan di Palu, Kamis (15/2) /Humas Pmeprov Sulteng

Lapangan minyak Tiaka berhenti sementara karena kondisi harga minyak dunia
Palu (Antaranews Sulteng) - Kabupaten Banggai di Sulawesi Tengah menjadi daerah kabupaten yang paling tinggi pertumbuhan ekonominya di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berkat investasi sektor minyak dan gas bumi. 

"Diakui bahwa keberadaan industri minyak dan gas bumi di Banggai membawa Banggai ke puncak pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara seluruh kabupaten di Indonesia," ucap Gubernur Sulteng Longki Djanggola saat menerima rombongan pejabat SKK Migas di ruang kerjanya di Palu, Kamis.

Satuan Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sebagai pelaksana penyelenggaraan pengendalian kegiatan usaha hulu di bidang minyak dan gas bumi berdasarkan Kontrak Kerja Sama, melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam kunjungan kehormatan ini SKK Migas didampingi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), yaitu Joint Operating Body Pertamina – Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) dan PT Pertamina EP Asset 4 Field Donggi Matindok (PEP Asset 4 Donggi Matindok), diterima langsung Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola yang didampingi Asisten Perekonomian Bunga Elim Somba beserta sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. ?

Sebagai Kontraktor Kerja Kerjasama (KKKS) yang merupakan perpanjangan tangan dari SKK Migas, JOB Tomori mengoperasikan Lapangan Minyak Tiaka di Kabupaten Morowali Utara dan Lapangan Gas Senoro di Kabupaten Banggai.

Lapangan minyak Tiaka yang sudah berproduksi sejak tahun 2005 sedang dilakukan temporary shut-in terkait dengan kondisi harga minyak dunia yang mengalami penurunan.

Lapangan Gas Senoro telah mengalirkan gas kepada PT Donggi Senoro LNG sejak tahun 2015 dan termasuk dalam 5 besar penghasil gas di Indonesia.
Untuk industri pupuk telah dialokasikan dan siap dialirkan sesuai dengan skema alokasi gas untuk Provinsi Sulawesi Tengah yang telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian ESDM.


Sebagai bentuk komitmen mendukung industri strategis dan ketenagalistrikan nasional, PT. PHE Tomori Sulawesi yang bermitra dengan PT Medco E&P Tomori Sulawesi, dan Tomori E&P Ltd yang dioperasikan oleh JOB Pertamina – Medco E&P Tomori Sulawesi telah menandatangani kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) pada Selasa 6 Februari 2018.

Sedangkan untuk KKKS PEP Asset 4 Donggi Matindok yang mengoperasikan Lapangan Donggi Matindok di Kabupaten Banggai juga telah berproduksi migas melalui CPP Donggi tahun 2016 dan CPP Matindok tahun 2017 yang juga telah disalurkan kepada PT Donggi Senoro LNG serta siap untuk menyalurkan untuk kebutuhan PLN sesuai persetujuan MESDM.

Dalam kunjungannya, Roy Widiartha selaku Manager Senior Operasi SKK Migas Perwakilan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi) didampingi oleh Pimpinan JOB Tomori (M. Ferry Bagdja-Senior Manager Business Support dan Sri Hartanto-Pjs Senior Manager Technical Planning) serta Pimpinan PT Pertamina EP Asset 4 (Munir Yunus-Field Manager Donggi Matindok dan Agustinus-Aset 4 Legal & Relation Manager).

Mereka menyampaikan maksud tujuan kegiatan kunjungan kehormatan ini dalam rangka memberikan update informasi mengenai industri hulu migas saat ini dan rencana kerja hulu migas tahun 2018 di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah serta meningkatkan koordinasi dan tali silaturahmi yang telah terjalin baik selama ini.

"SKK Migas-KKKS menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas dukungannya selama ini sehingga operasi minyak dan gas bumi yang telah berjalan selama ini tidak menemui rintangan yang berarti, dan tetap memohon agar pemerintah daerah ke depannya tetap memberikan dukungan untuk kelancaran operasi ini yang diharapkan memberikan manfaat bagi negara dan daerah Sulawesi Tengah serta siap untuk koordinasi dengan instansi teknis di lingkungan Pemprov Sulteng sesuai tupoksinya atas masukkan yang disampaikan Pemprov Sulteng," ujar Roy.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Sulteng Longki Djanggola menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini serta penyampaian informasi dan perkembangan terkini seputar industri minyak dan gas bumi.

Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar