Pasar di Sigi mulai ramai pascagempa

id Gempa Sigi,Pasar Bioromaru

Pasar tradisional Biromaru, Kabupaten Sigi mulai beraktivitas, warga berbondong-bondong datang berbelanja membeli sayur dan kebutuhan dapur pascagempa dan tsunami melanda Kota Palu, Donggala dan Sigi. (Foto:Antara/Moh Ridwan) (Antara/Moh Ridwan) (Antara/Moh Ridwan/)

Pedagang lebih banyak jual sayur-sayuran seperti tomat,  kangkung dan bumbu dapur lainnya,  mungkin situasinya sekarang masih banyak pengungsi jadi lebih banyak sayur-sayuran di jual
Palu (Antaranews Sulteng)  - Pasar tradisional Biromaru Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah mulai ramai dikunjungi warga pascagempa dan tsunami menerjang Kota Palu,  Donggala dan Sigi pada Jumat (28/9).

Dari pantauan Antara Kamis pagi,  pasar yang dibuka dua kali dalam sepekan ini mulai berangsur normal meskipun belum semua lapak diisi oleh pedagang. 

Kegiatan jual beli terlihat didominasi para pengungsi berada di Desa Loru,  Pombewe,  Parovo dan Biromaru Kabupaten Sigi bahkan sebagian dari Kota Palu. 

Pasar tradisional itu menjadi sentra perdagangan di wilayah timur Sigi yang melayani sebagian penduduk Kota Palu berada di perbatasan karena aksesnya lebih dekat, dan pasar tradisional itu dibuka Kamis dan Minggu.

Pascagempa mengguncang Sigi berkekuatan 7,4 Skala Richter, pasar ini sempat tidak beroperasi karena ditinggal lari pedagang, setelah situasi berangsur membaik pasar tradisional tersebut mulai berfungsi kembali.

Suri,  salah seorang pengunjung mengatakan, kurang lebih sepekan pasar Biromaru kosong,  tidak ada satu pun pedagang berjualan di sana. 

"Saya belanja sayur-sayuran dan makanan lainnya untuk kebutuhan kami sehari-hari di pengungsian," ucapnya. 

Pasar Biromaru merupakan salah satu tolak ukur pergerakan perekonomoan Kabupaten Sigi,  meskipun pasar itu tidak beroperasi setiap saat. 
Beroperasinya pusat perdagangan itu sebagai simbol bahwa Sigi mulai bangkit dari kelumpuhan akibat bencana alam. 

Rostian,  warga lainya juga mengatakan,  mulai merasakan aktivitas perdagangan khususnya di wilayah timur kabupaten itu apalagi akses dari pengungsian cukup dekat. 

"Pedagang lebih banyak jual sayur-sayuran seperti tomat,  kangkung dan bumbu dapur lainnya,  mungkin situasinya sekarang masih banyak pengungsi jadi lebih banyak sayur-sayuran di jual," tuturnya. 

Selain pasar Biromaru,  pedagang juga mulai menjajakan dagangannya di Jalan Dewisartika Palu,  salah satu jalan penghubung antara Kota Palu dan Sigi.
     
Di jalan ini sejumlah pedagang menjual buah,  sayur-sayuran hingga ikan basah. Semuanya digelar tepat di pinggir jalan raya.***
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar