Grace Natalie: PSI tutup tahun dengan optimistis

id psi

Grace Natalie: PSI tutup tahun dengan optimistis

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie (ANTARA News/Try Reza Essra)

Tahun 2018 adalah tahun yang menggembirakan bagi PSI. Awal tahun ini PSI lolos verifikasi KPU dan resmi menjadi peserta pemilu. Kini rakyat Indonesia memiliki partai nasionalis alternatif untuk dipilih pada pemilu 2019 nanti

Jakarta,  (Antaranews Sulteng) - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie mengatakan partainya menutup tahun 2018 dengan optimistis akan menjadi partai alternatif pada Pemilu 2019.

"Tahun 2018 adalah tahun yang menggembirakan bagi PSI. Awal tahun ini PSI lolos verifikasi KPU dan resmi menjadi peserta pemilu. Kini rakyat Indonesia memiliki partai nasionalis alternatif untuk dipilih pada pemilu 2019 nanti," ujar Grace dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu. 

Dia mengatakan 2018 juga menjadi tahun menggembirakan bagi PSI. Sebagai partai anak muda, kata dia, para aktivis dan Caleg PSI telah memperkaya wacana publik, menghiasi pemberitaan media cetak, daring dan TV.

"Dengan tulus kami ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang secara objektif dan profesional memberitakan PSI," ujarnya.

Mantan presenter televisi swasta itu mengatakan dua pidatonya sebagai Ketua Umum PSI di #Festival11 mengenai sikap menolak Perda Injil dan Syariah, serta larangan poligami bagi kader PSI, telah memantik diskusi yang hangat.

Pidato itu, menurutnya, tidak hanya menjadi berita tapi juga menjadi artikel akademik popular di berbagai media.

"Saya senang karena dunia politik kita selama ini kering akan wacana publik dan kami telah menginisiasi perdebatan publik yang hangat," kata Grace. 

Grace menyampaikan banyak yang mengkhawatirkan dua pidatonya akan menggerus popularitas PSI. Namun dia menegaskan politik PSI adalah politik nilai dan politik ideologis.

Dia menekankan politik tidak mesti selalu dikaitkan dengan keuntungan elektoral, tapi sejauh mana partai konsisten dan tekun memperjuangkan nilai yang menjadi alasan kenapa partai didirikan.

"Akhirnya 2018 kami tutup dengan optimisme. Berkat kerja politik 'door to door canvassing',  mendatangi rumah-rumah warga seperti yang disarankan oleh capres kami, Joko Widodo, elektabilitas PSI terus membaik. Semua lembaga survei per Desember memperlihatkan itu," jelasnya. 

Grace optimistis saat ini pemilih PSI sudah berada dalam kisaran ambang batas parlemen empat persen. Dia meyakini dengan kerja keras dan ikhlas, PSI tidak hanya akan melenggang ke DPR, tapi juga menjadi partai menengah yang akan menentukan pendulum politik di Tanah Air.

"Kepada para pemilih yang masih ragu bahwa suara kalian akan sia-sia, mubazir, dan terbuang karena embusan isu PSI tidak akan lolos ambang batas parlemen, saya tegaskan suara kalian akan sangat bermanfaat untuk memastikan kehadiran sebuah partai di DPR yang akan memperjuangkan Indonesia tanpa diskriminasi dan Indonesia tanpa korupsi," tutur Grace.

 

Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar