Palu (antarasulteng.com) - Mantan Kapolres Banggai AKBP Adrianto Jossy Kusumo tidak menghadiri upacara serah terima jabatan Kapolres baru di Mapolda Sulawesi Tengah, Sabtu, dan tidak memberikan laporan mengenai alasan ketidakhadirannya.
"Saya akan mengecek mengapa dia tidak hadir, apakah sakit, sengaja atau ada halangan lain," kata Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Dewa Parsana usai upacara serah terima jabatan Wakapolda, sejumlah direktur dan kepala biro di Polda serta empat Kapolres se-Sulteng di Palu, Sabtu.
Menurut dia, undangan menghadiri upacara sertijab seperti itu adalah perintah dinas yang harus ditaati anggota Polri.
"Yang jelas ada sanksinya, tapi kita cek dulu alasannya mewngapa tidak datang," katanya.
Dia mengatakan akan ada tim khusus untuk memeriksa Jossy Kusumo atas ketidakhadirannya dalam sertijab tersebut serta dugaan adanya pelanggaran-pelanggaran lainnya.
AKBP Jossy Kusumo dilantik menjadi Kapolres Banggai pada pertengahan Desember 2012.
Penggantian Yossi Kusumo yang terkesan mendadak diduga terkait insiden penembakan warga sipil menyusul penganiayaan warga oleh oknum anggota Polres yang sedang berjalan bersama Jossy Kusumo pada 2 Februari 2013.
Di rumah jabatan Kapolres Banggai sendiri dalam beberapa hari terakhir dipadati anggota Polri dan masyarakat yang bersimpati terhadap kepemimpinan Jossy Kusumo, bahkan sejumlah anggota Polri dan anggota bhyangkari menginap di rumah jabatan tersebut.
Ada pula warga yang berdemo di Mapolres menolak Kapolres baru dan mengancam akan menarik lahan yang telah dihibahkan kepada kepolisian dan kini dijadikan lokasi membangun Mapolres Banggai sebagai protes penggantian Yossi tersebut.
Jossy Kusumo dianggap berhasil memberantas mafia penjualan BBM ilegal, perjudian dan premanisme di Kabupaten Banggai dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Selama ini warga Banggai kerap mengantre di SPBU guna membeli premium atau solar namun saat ini tidak ada antrean panjang lagi, begitu kata warga yang berorasi di Luwuk.
Sementara empat Kapolres yang berganti adalah Kapolres Banggai AKBP Adriyanto Jossi Kusumo digantikan AKBP Dulfi Muis yang sebelumnya bertugas di Ditintelkam Polda Sulteng.
Yossi sendir dimutasi menjadi perwira menengah di Mabes Polri.
Kapolres Poso AKBP Eko Santoso yang belum setahun bertugas menjadi Wadir Narkoba Polda NTB dan jabatan lamanya akan diisi AKBP Susnadi yang sbeeumnya Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya.
Kapolres Palu AKBP Ahmad Ramadhan akan dimutasi ke Badan Intelkam Mabes Polri dan akan digantikan AKBP Trisno Rahmadi dari Korps Brimob Mabes Polri.
Kapolres Donggala AKBP Sururi yang akan menjadi Kapolres Soppeng, Sulawesi Selatan, dan jabatan lamanya akan diisi AKBP Guruh Arif Darmawan dari Korps Brimob Mabes Polri.
Selain itu, jabatan Wakapolda Sulteng berganti dari Kombes Pol Edwar kepada Kombes Pol Rudolf Albert Roja yang sebelumnya bertugas di Mako Brimob Mabes Polri, sedangkan Kombes Edwar menjadi Wakapolda Maluku Utara.
Iswasda Polda Sulteng Kombes Pol Syamsul Hidayat diangkat menjadi Wakapolda Sumatera Barat dan posisinya digantikan Kombes Suko Raharjo yang sebelumnya bertugas di Biro Ops Mabes Polri.
Karo Operasional Polda Kombes Pol Restu Mulya dimutasi menjadi Kabag SDM Brimob Mabes Polri dan digantikan Kombes Pol Verdianto yang sebelumnya bertugas di Lemdikpol Mabes Polri.
Direktur Intelkam Kombes pol Supriyanto dimutasi menjadi Kasubdit I Bidang Ekonomi di Badan Intelkam Mabes Polri dan diganti oleh AKBP Arif Rahman yang sebelumnya Wakil Direktur Intelkam Polda Sulteng.
