Palu (ANTARA) - Akademisi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Arifuddin M Arief MPd, mengemukakan rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) Sulawesi Tengah (Sulteng) tentang satuan pendidikan aman bencana (SPAB) sangat tepat untuk mengakomodir lima aspek.
"Draf peraturan gubernur tentang penyelenggaraan SPAB di Sulawesi Tengah itu penting untuk memperhatikan aspek yuridis, geologis, sosiologis, pedagogis, dan teologis," kata Arifuddin di Palu, Kamis.
Ia mengemukakan, aspek yuridis yang harus menjadi rujukan salah satunya Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan SPAB dan Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 10 Tahun 2019 tentang rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Kemudian, lanjut dia, secara geologis sangat penting untuk diakomodir karena penyelenggaraan pendidikan khusus untuk wilayah Palu, Sigi dan Donggala tingkat kerentanan terhadap bencana alam sangat tinggi.
"Hal ini karena berada pada salah satu jalur sesar teraktif di dunia, olehnya Pergub SPAB ini perlu mengakomodir itu untuk diikutkan dengan langkah mitigasi bencana," ujar Sekretariat SPAB Kota Palu ini.
Ia menambahkan, dampak bencana secara sosiologis juga sangat luar biasa, sehingga sangat penting memberikan edukasi secara serius terhadap masyarakat untuk pengurangan resiko bencana.
Paling tidak, ujar dia, dapat melakukan upaya-upaya ikhtiar rasional yang menyeimbangkan dimensi religius, sains, iptek, dan budaya mitigatif dalam mengurangi dampak risiko bencana," katanya.
"Hal ini penting untuk memastikan adanya kebijakan, regulasi, kelembagaan yang kuat dan anggaran, yang memadai dalam program penyelenggaraan SPAB," ujar dia.
Selain itu, lanjut dia, untuk meningkatkan kemampuan pemerintah pusat dan daerah, warga satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat dalam penyelenggaraan SPAB.
Ia menambahkan SPAB diperlukan dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM pendidikan, terkait upaya mitigasi dan peningkatan kualitas sarana dan prasarana.
"Juga untuk memberikan layanan pendidikan sesuai dengan karakteristik risiko bencana dan kebutuhan satuan pendidikan di masing-masing kabupaten dan kota di Sulteng," ujarnya.
Arifuddin salah seorang akademisi IAIN Palu yang terlibat dalam penyusunan draf Pergub SPAB tersebut. Pembahasan rancangan Pergub itu telah diselenggarakan dan difasilitasi oleh Save The Children atau Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC), yang melibatkan Pemprov Sulteng, Kemenag, NGO dan BPBD Sulteng, berlangsung di Palu, Rabu (11/3).
