Nasabah Bank Muamalat Palu Meningkat 20 Persen

id palu, mualamat, bank, syariah

Nasabah Bank Muamalat Palu Meningkat 20 Persen

Petugas bank melayani nasabah di Bank Muamalat. (ANTARA/Rosa Panggabean)

Palu - Pemimpin Bank Muamalat Palu Fauz Atabik mengemukakan jumlah nasabah bank yang dipimpinnya hingga saat ini meningkat sekitar 20 persen menjadi 40 ribuan orang.

Fauz Atabik di Palu, Senin, mengatakan peningkatan itu dikarenakan gencarnya promosi yang dilakukan bank syariah pertama di Indonesia ini kepada warga Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah.

"Bahkan ada juga nasabah dari Kabupaten Poso dan kabupaten lainnya di Sulawesi Tengah," katanya.

Bahkan untuk pembukaan rekening dengan saldo awal minimal Rp3 juta, katanya, Bank Muamalat tidak mengenakan biaya administrasi bagi calon nasabah.

Lebih lanjut, dia mengatakan Bank Muamalat tidak hanya untuk orang muslim saja.

Saat ini jumlah nasabah nonmuslim Bank Muamalat di Palu mencapai 10 persen dari seluruh nasabah.

Menurutnya, ketertarikan nonmuslim terhadap perbankan syariah antara lain, bank syariah tidak menggunakan bunga tapi bagi hasil antara pemilik dana (shahibul maal) dan pengelola dana (mudharib).

Dia mengatakan pengelolaan dana di bank syariah juga hanya diperuntukkan bagi usaha yang halal dan bermanfaat sehingga menimbulkan keberkahan.

Fauz mencontohkan, jika di dalam bank konvensional terdapat produk deposito maka di bank syariah dikenal istiah mudharabah yaitu perjanjian antara dua pihak di mana pihak pertama sebagai pemilik dana dan pihak kedua sebagai pengelola dana untuk mengelola suatu kegiatan ekonomi dengan menyepakati bagi hasil atas keuntungan yang akan diperoleh.

Sedangkan kerugian yang timbul adalah resiko pemilik dana sepanjang tidak terdapat bukti bahwa pengelola dana melakukan kecurangan atau tindakan yang tidak amanah (misconduct).

Saat ini Bank Syariah hanya terdapat di Kota Palu dengan satu kantor cabang.

Dia mengatakan bank yang dipimpinya akan segera membuka cabang di Luwuk, Kabupaten Banggai.

"Mudah-mudahan pada tahun ini kita segera membuka cabang Bank Muamalat di Luwuk," katanya.

Dia mengatakan, pembukaan cabang Bank Muamalat di Luwuk karena di daerah tersebut pergerakan perekonomiannya sangat tinggi, terlebih lagi ada tambang gas Donggi-Senoro.

Menurutnya, kehadiran cabang Bank Muamalat di Luwuk juga akan mewakili nasabah yang ada di daerah Sulawesi Tengah bagian timur.nya.

Saat ini hanya terdapat tiga bank syariah di Sulawesi Tengah yakni Bank Muamalat, Bank Mega Syariah, dan Bank Syariah Mandiri, dengan total jaringan kantor sebanyak 16 unit.

Fauz mengatakan prospek perbankan syariah di Sulawesi Tengah tergolong cerah mengingat perkembangannya selalu positif.

"Jadi kami tidak takut bersaing dengan bank lainnya. Ibarat bermain sepak bola, tidak enak jika main sendirian," kata

Berdasarkan bisnis rencana bank 2012, BRI Syariah dan BNI Syariah akan membuka cabang di Sulawesi Tengah.

Data Bank Indonesia menyebutkan, volume usaha perbankan syariah pada triwulan I/2012 meningkat sebesar Rp297 miliar, atau tumbuh 59,7 persen apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun lalu.

Namun apabila dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2011, volume usaha perbankan syariah di Sulawesi Tengah mengalami perlambatan 4,1 persen. (R026)


Editor : Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.