Anak pahlawan: Teladani sikap jujur Bung Tomo

id Bung tomo,bung karno,anak pahlawan,Arek-arek suroboyo,Sikap jujur

Anak pahlawan: Teladani sikap jujur Bung Tomo

Anak pahlawan nasional Sutomo atau yang lebih dikenal Bung Tomo yakni Bambang Sulistomo. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Jakarta (ANTARA) - Anak pahlawan nasional Sutomo atau yang lebih dikenal Bung Tomo yakni Bambang Sulistomo mengatakan sikap jujur, terus terang dan sederhana yang dimiliki ayahnya hendaknya terus diteladani oleh setiap orang termasuk generasi muda saat kini.

"Sikap keterusterangan. Semua pemimpin negara yang ia kenal tidak luput dari sentilannya," kata dia saat menjadi pembicara pada webinar Hari Pahlawan yang dipantau di Jakarta, Senin.

Sikap jujur atau terus terang yang dimiliki oleh sosok Bung Tomo menjadikannya begitu dekat dengan salah satu pendiri bangsa yakni Soekarno.



Suatu ketika, ujar Bambang, Bung Tomo pernah satu kapal dengan Soekarno menuju Indonesia timur. Dalam perjalanan, kerap kali kedua tokoh tersebut bercanda gurau karena saling terbuka dan jujur.

"Waktu di Kupang, saat Bung Karno berpidato tiba-tiba ia meminta ayah saya untuk meneruskan," katanya.

Tidak hanya Soekarno, sosok pemimpin orde baru (orba) yakni Soeharto juga tidak luput dari sentilan Bung Tomo yang bertujuan mengingatkan agar tidak keliru atau salah dalam memimpin Indonesia.

"Jadi kalau dia merasa ada sesuatu yang mesti diperbaiki, dia bicara terus terang," ujar Bambang.



Sikap jujur dan terus terang yang dimiliki oleh Bung Tomo tersebut mengantarkannya dalam kehidupan yang sederhana. Bahkan, saking sederhananya, Bambang mengaku seragam sekolahnya dijahit sendiri oleh ibunya karena tidak ingin bergantung pada orang lain.

Tidak hanya itu, sosok pahlawan yang berpidato berapi-api untuk membakar semangat Arek-Arek Suroboyo itu juga pernah mengembalikan mobil dari pemerintah karena tidak sanggup mencicil.

Kepada generasi muda, Bambang berpesan agar kekuatan spiritual bangsa terus dikuatkan, sebab, saat ini hampir segala sesuatunya diukur dengan material.

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar