KPU Parigi Moutong tes cepat 9.151 penyelenggara pilkada

id Kpu, rapid tes, tes cepat, kpu parimo, pilkada, abdul chair

KPU Parigi Moutong tes cepat  9.151 penyelenggara pilkada

Anggota KPU Kabupaten Parigi Moutong Abdul Chair. ANTARA/Moh Ridwan

Parigi (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, akan melakukan tes cepat kepada 9.151 petugas penyelenggara di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan sebelum menjalankan tugas pada hari pemungutan suara Pilkada 2020.
 


"Tes cepat diberlakukan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)," kata anggota KPU Parigi Moutong Abdul Chair saat dihubungi Jumat.


 


Dia mengemukakan tes cepat bagi petugas penyelenggara pilkada di kabupaten itu akan dimulai pada tanggal 27 November sampai dengan 1 Desember 2020 atau delapan hari sebelum pemungutan suara khusus bagi petugas KPPS dengan jumlah petugas sebanyak 9.151 orang tersebar di 902 Tempat Pemungutan Suara (TPS), termasuk Linmas.


 


Selanjutnya, jadwal tes cepat kepada petugas PPK sebanyak 184 orang terbagi di 23 kecamatan dan PPS sebanyak 849 orang di 283 desa/kelurahan berlangsung pada tanggal 3-5 Desember.


 


"Selanjutnya tes cepat untuk anggota dan pegawai KPU dilaksanakan setelah tes cepat petugas PPK dan PPS, dan pembiayaan diambil dari dana penyelenggaraan pilkada," ucap Chair.


 


Dia mengatakan tes cepat terhadap penyelenggara di sekretariat KPU hingga tingkat desa/kelurahan wajib dilaksanakan sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) tentang penyelenggaraan pilkada di situasi pandemi COVID-19 guna mengantisipasi penularan virus corona.


 


"Jika dalam proses tes cepat nanti ada petugas reaktif, KPU untuk sementara melakukan karantina mandiri dan melakukan tes cepat kedua terhadap yang bersangkutan, sebagaimana mekanisme yang telah diatur," katanya.


 


Mantan Ketua KPU Parigi Moutong ini menambahkan, jika tes cepat kedua hasilnya tetap reaktif, maka status pemeriksaan kesehatan dinaikkan ke tes usap. Bagi PPK dan PPS yang reaktif, untuk sementara menjalani karantina mandiri.


 


"Sedangkan untuk KPPS, kami belum mendapat petunjuk apakah petugas yang reaktif dapat diganti atau tidak, beda hal jika terkonfirmasi positif COVID-19, maka yang bersangkutan diganti," kata Chair.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar