Parigi (ANTARA) -
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah Suyadi meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah agar bersinergi meningkatkan perekonomian daerah.
"Sebagaimana data yang dirilis Badan Pusat Statistik, bahwa pertumbuhan ekonomi Parigi Moutong minus 4,92 persen pada tahun 2020. Hal ini jangan sampai terulang di tahun 2021," kata Suyadi yang juga anggota Komisi II DPRD Parigi Moutong, di Parigi, Kamis.
Menurutnya pertumbuhan ekonomi itu dipengaruhi sejumlah hal, termasuk salah satunya pandemi COVID-19 yang masih berkepanjangan.
Pemerintah memiliki peran strategis dalam membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah ke arah yang lebih positif.
Meski begitu, ada sejumlah sektor pendukung yang harus digenjot pemerintah diantaranya sektor Pertanian dan perkebunan, Kelautan dan Perikanan serta sektor perdagangan/eceran.
"Sektor pertanian misalnya, kegiatan tanam dan panen tetap berjalan normal. Namun yang menjadi kendala yakni petani kebingungan memasarkan produk mereka termasuk produksi sayur mayur karena harga dua komoditas di tingkat petani tidak stabil," ujar Suyadi yang juga politisi Partai Gerindra.
OPD terkait Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat harus mengambil langkah strategis dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi petani.
Data BPS juga menunjukkan, laju Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun lalu sebesar Rp17,18 miliar yang ditunjang tiga lapangan usaha yakni jasa keuangan dan asuransi kurang lebih 14,45 persen, informasi dan komunikasi 8,40 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial 7,42 persen.
Meski secara statistik angka pertumbuhan ekonomi terkoreksi, namun angka kemiskinan dapat ditekan 15,85 persen atau 78.760 jiwa dari angka 16,64 persen tahun 2019.
"kalau sektor pangan berupaya meningkatkan produksi, maka bagian hilir harus mampu memberikan jaminan pemasaran dan kepastian harga atas produk-produk yang dihasilkan," demikian Suyadi.
