Dinkes Palu: Pencegahan kekerdilan dimulai dari masa kehamilan

id Stunting, kekerdilan, dinkespalu, Ilham, Pemkotpalu, gizi, posyandu, ibu hamil, balita, sulteng

Dinkes Palu:  Pencegahan kekerdilan dimulai dari masa kehamilan

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Ilham. ANTARA/Moh Ridwan

Palu (ANTARA) -

Dinas Kesehatan Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah mengemukakan pencegahan kekerdilan (stunting) dimulai di masa kehamilan calon ibu atau 1.000 hari pertama kehidupan.

"Pencegahan kekerdilan dimulai sejak dini, karena kasus semacam ini bukan nanti terjadi setelah anak tumbuh. Pemicunya bisa jadi bayi masih dalam kandungan," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu Ilham di Palu, Selasa.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan sebagai salah satu instansi yang terlibat dalam percepatan penurunan angka kekerdilan telah melakukan intervensi sejak perempuan di masa kehamilan.

Bahkan, di lapangan perempuan di usia remaja atau menuju proses kehamilan sudah di intervensi dengan pemberian tablet tambah darah untuk mencegah anemia.

"Anemia bisa memicu pendarahan saat proses persalinan, sehingga berisiko terhadap kelahiran bayi berat badan lahir rendah (BBLR) yang kemudian memicu kekerdilan," papar Ilham.

Intervensi secara ilmu kesehatan, dimulai dari ibu hamil hingga balita usia 2 tahun dilaksanakan lebih spesifik, hingga konseling tentang inisiasi menyusui dini untuk keberhasilan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif.

Sebab, ASI eksklusif sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi, bahkan dipercaya dapat mencegah terjadinya kekerdilan, karena kandungan gizi pada ASI dinilai cukup komplit, ditambah dengan pemberian tablet vitamin A dua kali setahun.

Selain itu, intervensi pemberian bantuan makanan tambahan (BMT) ibu hamil maupun balita apabila mengalami gizi kurang."Artinya intervensi ini berkesinambungan, sejak pra-kehamilan hingga pascapersalinan terus dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan maupun kader-kader Posyandu," tutur Ilham.

Menurutnya, kehadiran posyandu sangat penting mengontrol tumbuh kembang balita, karena di dalamnya ada sejumlah rangkaian dilakukan, mulai dari penimbangan berat badan hingga pengukuran tinggi badan balita, serta pemberian imunisasi.

"Posyandu salah satu wadah yang sederhana memantau fisik tumbuh kembang anak. Dari situ, gejala kekerdilan bisa di ketahui. Artinya, Posyandu bagian dari upaya pencegahan," ucap Ilham.

Ia menambahkan pada program percepatan penanganan kasus kekerdilan, Dinkes berada di aksi konvergensi keenam hingga 10."Meski begitu, penanganan kekerdilan tidak hanya dibebankan hanya instansi tertentu, tetapi sesuai arahan kepala daerah upaya ini dilaksanakan secara simultan dengan harapan tepat sasaran," kata Ilham.

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.