Sorowako (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) mencatat kinerja positif sepanjang 2024 dengan melampaui target produksi dan penjualan nikel. Perseroan berhasil menjaga stabilitas operasional meskipun pasar global menghadapi tekanan harga.
“Produksi nikel dalam matte kami tahun ini mencapai 71.311 metrik ton, melampaui target tahunan sebesar 70.805 ton,” ujar Bernadus Irmanto, Acting CEO PT Vale Indonesia Tbk.
Peningkatan produksi ini menjadi sinyal kekuatan internal Vale dalam menjaga kontinuitas operasional. Angka produksi tersebut juga lebih tinggi dari capaian 2023 yang tercatat 70.728 ton.
“Volume penjualan kami mencapai 72.625 ton, naik 2% dibandingkan tahun sebelumnya,” tambah Irmanto.
Secara kuartalan, pertumbuhan penjualan terlihat signifikan. Pada kuartal IV 2024, penjualan naik 8% dibanding kuartal sebelumnya.
“Pencapaian ini mencerminkan efisiensi operasional yang terus kami jaga,” tulis PT Vale dalam keterangan resminya.
Capaian ini menjadi bukti konsistensi Vale dalam menjaga produktivitas dan efisiensi di tengah fluktuasi pasar.
Perseroan juga terus berkomitmen mendukung permintaan nikel untuk kebutuhan industri global.
Sepanjang 2024, harga nikel mengalami tekanan dengan rata-rata USD 15.328 per metrik ton. Menurut S&P Global, harga pada 2025 bahkan turun ke USD 15.078 per ton, terendah sejak 2020.
Indonesia tetap menjadi pemain utama industri nikel global meski harga komoditas melemah. PT Vale pun terus menjalankan operasionalnya dengan prinsip keberlanjutan dan efisiensi.
Ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok turut berdampak pada permintaan global. Tarif tambahan 10% yang diberlakukan pada Januari 2025 diperkirakan menekan sektor industri berbasis nikel.
Namun, prospek jangka panjang industri tetap positif. CAGR permintaan nikel diperkirakan mencapai 5,1% hingga 2035, mengungguli pertumbuhan pasokan sebesar 4,6%.
PT Vale juga mencetak pertumbuhan laba bersih yang signifikan di kuartal I/2025. Laba naik 251,87% menjadi US$21,79 juta dari US$6,19 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan laba itu didorong oleh keuntungan atas pengakuan nilai wajar aset derivatif. Hal ini menunjukkan kekuatan finansial perseroan dalam mengelola volatilitas pasar.
Progres Proyek Strategis: IGP Morowali Capai 81 Persen
Di tengah pencapaian operasional tersebut, PT Vale juga mencatat kemajuan signifikan dalam proyek strategisnya, Indonesia Growth Project (IGP) di Morowali. Proyek ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasi tambang nikel Vale melalui integrasi tambang limonit dan saprolit.
Hingga Mei 2025, pembangunan infrastruktur proyek telah mencapai 81 persen. Cakupan pembangunan meliputi pelabuhan, akses jalan, workshop & office compound (WOC), fasilitas perkantoran, pusat persemaian (nursery), serta infrastruktur lingkungan lainnya.
Menariknya, tahap operasional proyek ini telah dimulai lebih awal sejak 17 April 2025 meskipun konstruksi masih berjalan—langkah ini menunjukkan efisiensi dan kesiapan Vale dalam eksekusi proyek besar.
IGP Morowali ditargetkan rampung sepenuhnya pada September 2025. Proyek ini diproyeksikan memberi dampak positif pada ekonomi lokal, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan kontraktor serta pengusaha lokal. Selain itu, masyarakat sekitar juga memperoleh manfaat dari program sosial seperti dukungan untuk pertanian dan UMKM.
PT Vale juga menunjukkan komitmen kuat terhadap perlindungan lingkungan. Praktik-praktik keberlanjutan yang telah diterapkan di Sorowako kini diadopsi di Morowali, termasuk penerapan standar ISO 14001:2015, efisiensi energi dan air, pengelolaan limbah, serta rehabilitasi lahan bekas tambang.
Lebih dari sekadar membangun fasilitas industri, PT Vale secara aktif melibatkan masyarakat lokal melalui konsultasi publik, pelatihan vokasi, dan skema rekrutmen inklusif yang memprioritaskan tenaga kerja dari desa-desa terdampak. Hal ini memastikan proyek IGP Morowali tidak hanya memperkuat struktur industri nikel nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi berkelanjutan di Sulawesi Tengah.

