Palu (ANTARA) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Tengah (Sulteng) berkolaborasi merawat keberagaman umat beragama di darah tersebut.
"Kemenag memiliki peran strategis yang sejalan dengan misi FKUB dalam merawat keberagaman guna menciptakan keharmonisan antar umat beragama di daerah ini," kata Ketua FKUB Sulteng Zainal Abidin di Palu, Selasa.
Menurut dia Kanwil Kemenag harus membangun sinergi dengan semua pihak, kemudian mengayomi semua elemen masyarakat sesuai tugas dan fungsinya, karena komitmen menjaga kerukunan dan meningkatkan keharmonisan di Sulteng harus menjadi prioritas, termasuk FKUB sebagai lembaga yang ditugaskan untuk menjaga kerukunan.
Ia mengemukakan semua agama memiliki kesamaan ajaran yaitu damai, maka setiap agama tentu mengajarkan tentang kebaikan kepada umat masing-masing.
"Keberagaman bukan untuk dipertentangkan, keberagaman justru harus dijadikan sebagai perekat dalam menguatkan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.
Ia menjelaskan damai adalah pesan inti semua agama, sehingga toleransi menjadi kata kunci dalam merawat kerukunan.
"Masyarakat majemuk merupakan warna dalam kehidupan sosial. Dalam konteks bernegara mestinya perbedaan harus dirawat sebagai identitas bangsa," tutur Zainal.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulteng Junaidi mengatakan pihaknya berkomitmen menjalankan misi Kementerian Agama yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Adapun sejumlah program prioritas pada 2026 mengenai isu lingkungan dan pendekatan pendidikan agama yang inklusif.
"Kami membawa misi pengabdian untuk masyarakat Sulteng, termasuk menjalankan isu lingkungan hidup melalui ekoteologi dan kurikulum cinta. Ini adalah perwujudan ajaran agama yang rahmatan lil-alamin," ucapnya.
