Sigi catat stunting turun menjadi 11,55 persen

id Sigi,Stunting,Pemkab Sigi,Sulawesi Tengah ,Stunting turun,Wabup Sigi

Sigi catat stunting turun menjadi 11,55 persen

Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi saat menjelaskan terkait stunting di Sigi turun menjadi 11,55 persen tahun 2025, Rabu (21/1/2026). ANTARA/Moh Salam

Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat jumlah angka stunting hingga 2025 turun menjadi 11,55 persen atau di bawah rata-rata target nasional 14 persen.

"Kabupaten Sigi ada penurunan kasus stunting, itu sebabnya stunting di Sigi posisi dari peringkat ke-12 menjadi 9 di Sulawesi Tengah," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi saat ditemui awak media di Bora, Sigi, Rabu.

Ia mengemukakan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam upaya penurunan stunting di daerah tersebut hingga zero kasus.

"Harapannya perlu adanya update data akurat terkait stunting dan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dengan Tim Penggerak PKK, Camat, Desa, TNI, dan Polri dalam menuntaskan kasus stunting," ucapnya.

Ia menuturkan dengan adanya penurunan kasus stunting ini menjadikan Kabupaten Sigi tidak lagi dekat dengan juru kunci stunting tertinggi di Sulawesi Tengah.

Menurut dia, masyarakat khususnya ibu hamil harus rutin ke posyandu untuk memeriksakan kesehatan dan anaknya.

"Ke depan masyarakat ini bisa aktif ke posyandu bagi ibu hamil dan penderita stunting sebagai bentuk pencegahan kasus stunting di Sigi," sebutnya.

Samuel menyebutkan Kabupaten Sigi selama 2021 hingga 2023 kasus stunting terus menunjukkan penurunan

"Jadi untuk 2024 terjadi kasus kenaikan 6,6 persen dari 26,4 persen menjadi 33 persen," kata dia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi mencatat bahwa pada 2025 kasus stunting di Sigi turun sebesar 21,45 persen dari 33 persen menjadi 11,55 persen.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.