Pemkot lelang puing jembatan Palu IV

id jembatan palu,jembatan kuning, palu

Warga beraktivitas di dekat Jembatan Kuning yang ambruk diterjang tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (24/10/2018). Jembatan yang menjadi ikon Kota Palu itu akan direkonstruksi dari tempat ambruknya agar tidak menghalangi arus sungai yang berada di bawahnya. (Antaranews Sulteng/Basri Marzuki)

Lelang sudah diumumkan tetapi tidak ada pihak yang menawarkan pengajuan permohonan
Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, telah melelang puing jembatan Palu IV yang roboh akibat dihantam gempa dan susul tsunami 28 September 2018 melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang.

"Lelang sudah diumumkan tetapi tidak ada pihak yang menawarkan pengajuan permohonan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu Iskandar Arsyad, di Palu, Senin.

Jembatan dari baja melengkung yang menjadi maskot ibu kota Provinsi Sulteng di Teluk Palu itu, runtuh akibat guncangan gempa berkekuatan 7,4 pada Skala Richter disertai tsunami 28 September 2018.

Dia memaparkan, pascagempa, tsunami dan likuefaksi yang memorak porandakan Kota Palu dan sekitarnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menugaskan kepada salah satu penyedia jasa untuk mengangkut dan menyimpan sejumlah puing-puing jembatan tersebut di tempat aman agar tidak dijarah, selanjutnya dikoordinasikan dengan pemerintah kota setempat.

Dia mengaku, tidak semua bangkai jembatan empat Palu terangkut saat itu, karena sebagia puingnya sudah tertimbun material di dasar sungai sehinga hanya lengkungan serta sejumlah komponen lainnya sempat terselamatkan.

"Lengkungan baja itulah yang dilelang, itu pun tidak semua karena sebagian lengkungannya tertimbun di dasar sungai," kata Iskandar.

Baca juga : Pemerintah akan bangun kembali Jembatan Kuning Palu

Jembatan Palu-2 dipastikan aman dilintasi

Jembatan Palu-2 dipastikan aman dilintasi


Tidak ada rincian berat material lengkungan jembatan dan berapa nilai lelang, karena menurut Pemkot Palu penetapan harga diserahkan sepenuhnya kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang sebagai lembaga yang membidangi hal tersebut.

Dikemukakannya, sisa material tidak terlelang khususnya bagian jembatan penghubung yang panjangnya sekitar 25 meter, rencananya akan dimanfaatkan untuk bahan pembangunan jembatan Palu V yang menghubungkan Palu bagian timur dan Palu bagian barat di Kelurhan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan dan Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga.

Jembatan itu membentang menyeberngi sungai Palu sebagai alternatif mengurai kemacetan lalu lintas di perkotaan.

"Material jembatan penghubung cukup mahal dan kondisinya masih bisa digunakan, tetapi kalau dilelang harganya pasti rendah. Sebagian fragma jembatan sudah dijarah oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ucap Iskandar.

Guna menyelamatkan aset daerah, pemerintah setempat akan menganggarkan pembongkaran bangkai jembatan melalui perubahan Anggaran Pendapatan dan Balanja Daerah (APBD) Kota Palu tahun 2019 dan proses pemasangan material untuk jembatan Palu V baru dilaksanakan 2020.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar