Trend kunjungan wisatawan ke Danau Tambing terus membaik

id Danau Tambing,TNLL

Trend kunjungan wisatawan ke Danau Tambing  terus membaik

Wisatawan saat berkunjung ke Danau Tambing (FOTO ANTARA/Anas Massa)

Di lokasi itu juga sudah ada penerangan listrik
Palu (ANTARA) - Kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara ke Danau Tambing, salah satu objek wisata di kawasan cagar biosfer Lore Lindu pascagempa 7,4 SR yang melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala, terus meningkat tajam dibanding sebelum gempa.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Jusman, di Palu, Selasa, membenarkan kunjungan wisatawan ke objek wisata alam di Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso itu sudah kembali ramai setelah bencana dahsyat 28 September 2018.

Berdasarkan data kata Jusman, wisatawan yang datang ke Danau Tambing setiap hari libur berkisar 1.000 sampai 1.500 orang. Sementara beberapa bulan sebelum gempa, jumlah wisatawan objek wisata tersebut hanya berkisar 400 orang per hari libur.

Menurut dia, salah satu faktor yang mendorong wisatawan berkunjung karena objek wisata itu dikelilingi hutan yang masih lestari dan terdapat lokasi pengamatan burung, rumah tanaman anggrek, danau yang indah dan pohon-pohon endemik.

Selain itu Danau Tambing juga didukung fasilitas memadai seperti MCK, masjid, gedung serba guna, gedung informasi dan lokasi tempat berkemah.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, juga terdapat pintu masuk menuju objek wisata mendaki Gunung Lorekatimbu yang tingginya di atas 2.000 meter dari permukaan laut.

Baca juga : Balai Besar TNLL benahi Telaga Tambing menjadi wisata edukasi

Peneliti minta TNLL bangun jalur pengamatan burung

Selain itu, juga dekat dengan objek wisata mendaki Gunung Nokilalaki yang berada pada ketinggian sekitar 1.500 meter dari permukaan laut dengan pintu masuk dari Desa Tongoa, Kabupaten Sigi.

Sementara objek wisata Danau Tambing terletak pada ketinggian sekitar 1.700 meter dari permukaan laut di Desa Sedoa, Kabupaten Poso.

Danau Tambing juga merupakan objek wisata edukasi itu, dalam beberapa tahun terakhir sering digunakan sebagai lokasi penelitian bagi mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Perkebunan Universitas Tadulako (Untad) Palu dan kalangan pelajar SMP dan SMA.

"Di lokasi itu juga sudah ada penerangan listrik," kata Jusman.

Ke depan, kata dia, pihak pengelolah kawasan TNLL akan mengupayakan bisa dijangkau saluran telepon.

Danau Tambing juga telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata Sulteng yang sangat diharapkan menarik banyak wisatawan dan meningkatkan perolehan devisa negara.

Pada 2018 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Danau Tambing mencapa sekitar 30.000 orang terdiri dari wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara.***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar