Demokrat Akan Usung Syarifudin Hafid Pilkada Morowali

id hafid

H. Syarifudin Hafid (fb)

Palu,  (antarasulteng.com) - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tengah Anwar Hafid yang dihubungi dari Palu, Selasa, menegaskan, bakal calon bupati (Bacabup) Morowali yang akan diusung partai ini pada Pilkada 2018 adalah Syarifudin Hafid.

Penegasan itu sekaligus menepis adanya isu bahwa ada salah satu kader Partai Demokrat yang juga akan maju berebut kursi nomor satu di Morowali tersebut.

Penegasan itu juga disampaikannya dalam pelantikan Pengurus PAC Partai Demokrat Witaponda di Aula Gedung STQ Witaponda, dua hari lalu.

"Sekali lagi saya tegaskan, hanya satu kader Demokrat yang dicalonkan, yakni Ketua DPC Partai Demokrat Morowali, H Syarifudin Hafid," tegasnya.

Menurut Anwar, pihaknya tinggal menunggu pengesahan dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat. Namun untuk calon pasangannya, Bupati Morowali itu masih merahasiakan namanya, sebelum dideklarasikan.

Terkait isu adanya kader Demokrat lain yang akan maju, menurutnya itu hanya keinginan pribadi, bukan karena dukungan partai.

Anwar berharap tidak ada kader yang berkhianat saat pilkada nanti. Jika ada yang tidak sepakat dengan keputusan partai, maka yang bersangkutan dipersilahkan hengkang dari partai berlambang mercy tersebut.

Anwar menambahkan, alasan Partai Demokrat mencalonkan Syarifudin Hafid, didasari berbagai pertimbangan. Selain sudah sembilan tahun bekerja dan terlibat dalam partai, Syarifudin juga dianggap punya kemampuan yang sudah tidak diragukan lagi.

"Kalau dibilang pengalaman sebagai bupati di sini hanya beberapa orang saja. Seperti almarhum Datlin, almarhum Tjatjo Masituju dan Andi Muhammad. Jadi selain itu tidak ada lagi," katanya.

Sementara Syarifudin Hafid sendiri menyatakan siap untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati.

Syarifuddin juga meminta dukungan penuh dari seluruh masyarakat Morowali khususnya kader Partai Demokrat.

"Insya Allah saya siap untuk maju dan diberi kesempatan untuk memimpin Kabupaten Morowali," katanya.  
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar