Imigrasi Banggai ikut diskusi publik penggunaan senjata api

id Imigrasi banggai,senjata api

Imigrasi Banggai ikut diskusi publik penggunaan senjata api

Foto : Dokumentasi : (Humas imigrasi banggai)

Banggai (ANTARA) -
Kantor Imigrasi Banggai ikut serta dalam kegiatan Diskusi Publik terkait penggunaan dan tata kelola Senjata Api di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Hukum dan HAM dan Ditjen Imigrasi.


 


Kegiatan FGD ini dibuka secara resmi oleh Kepala pusat Slstrategi kebijakan pembentukan dan penegakan Hukum dan HAM, Jamaruli Manihuruk.


 


Diskusi publik ini mengundang narasumber dari BAIS TNI, Baintelkam Polri, Ditjen Bea & Cukai, serta akademisi. 


 


Maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan diskusi publik ini adalah untuk melakukan pemetaan kepentingan dan pemangku kepentingan, serta meminta pendapat ahli, akademisi, dan praktisi. 


 


Dengan berbagai perspektif dan paradigma yang diperoleh, diharapkan akan mendapatkan gambaran dan rekomendasi yang komprehensif dalam pelaksanaan kebijakan penggunaan dan tata kelola senjata api di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.


 


Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Banggai Octaveri menyatakan, partisipasi dalam FGD ini sangat penting bagi peningkatan pemahaman dan kemampuan petugas imigrasi dalam menangani dan mengelola senjata api. 


 


"Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Diskusi ini memberikan wawasan yang berharga dan relevan bagi kami, terutama dalam memastikan bahwa penggunaan senjata api dilakukan dengan benar dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja kami," ujarnya.


 


Selain itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, Hermansyah Siregar, juga memberikan pernyataan mengenai pentingnya kegiatan ini. 


 


"FGD ini merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan pemahaman dan tindakan antara berbagai lembaga yang terlibat dalam pengelolaan senjata api. Kolaborasi antara imigrasi, kepolisian, dan lembaga lainnya sangat penting untuk memastikan keamanan nasional. Kami berharap hasil dari diskusi ini dapat diimplementasikan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi keamanan di wilayah kerja masing-masing," ungkap Hermansyah Siregar.