FKUB Sulteng minta pemuka agama beri pencerahan cegah narkoba

id FKUB, narkoba, sabu, Zainal Abidin, sulteng, BNN, polisi

FKUB Sulteng minta pemuka agama beri pencerahan cegah narkoba

Dok- Ketua FKUB Sulawesi Tengah Zainal Abidin memberikan keterangan terkait dengan upaya menjaga kerukunan umat beragama. ANTARA/HO-FKUB Sulteng

Narkoba adalah perusak utama generasi penerus bangsa

Palu (ANTARA) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta pemuka agama memberikan penguatan kepada umat sebagai bagian dari upaya pencegahan peredaran narkoba.

"Pencerahan penting kepada masing-masing umat, karena pemuka agama merupakan panutan masyarakat, maka kampanye pemberantasan peredaran narkoba harus lebih masif, baik dalam forum keagamaan maupun di ruang publik lainnya," kata Ketua FKUB Sulteng Prof Zainal Abidin di Palu, Rabu.

Ia juga mengapresiasi kerja keras Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian memberantas peredaran narkoba di daerah tersebut, karena narkoba bukan hanya persoalan hukum dan kesehatan, tetapi juga merupakan ancaman serius dari perspektif agama.

Setiap agama dengan tegas melarang segala bentuk tindakan yang merusak akal, tubuh, dan moral manusia.

”Narkoba adalah perusak utama generasi penerus bangsa. Ini adalah bentuk kezaliman terhadap diri sendiri dan lingkungan," ujarnya.

Baca juga: FKUB-Sulteng: Moderasi beragama perekat dan pemersatu bangsa
Baca juga: Polda-FKUB Sulteng teken nota kesepahaman moderasi beragama

Ia menilai, peran tokoh agama dalam membentuk kesadaran spiritual dan moralitas di kalangan masyarakat, karena pemuka agama memiliki posisi yang sangat kuat di hati umat.

”Sudah saatnya bersama-sama mengambil peran dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Kita jadikan mimbar-mimbar keagamaan sebagai media edukasi yang menyejukkan dan menyadarkan umat," ucapnya.

Ia menuturkan, FKUB Sulteng pada tahun 2023 telah bekerja sama dengan BNN Sulteng melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar tingkat SMA,SMK maupun Madrasah di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi.

Program ini tidak hanya membahas bahaya narkoba, tetapi juga menyentuh aspek moderasi beragama dan pentingnya membangun sikap toleransi sejak usia dini.

"Kami mendukung langkah-langkah dan upaya BNN maupun Kepolisian dalam memberantas narkoba, demi masa depan bangsa yang lebih sehat dan bermartabat," kata dia.

Pewarta :
Editor : Fauzi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.